Kembangkan Bakat Dalam Bermusik, Lamtim Gelar Festival Musik Kreatif

0
474
views

TRANSLAMPUNG.COM, PEKALONGAN-

“Karena seni merupakan salah satu unsur kebudayaan dalam mendorong pertumbuhan dan pengembangan berbagai bidang kehidupan, “ungkap Sekertaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Syahrudin Putera, saat memberi sambutan sekaligus membuka acara Festival Musik Kreatif Lampung Timur Tahun 2017 di Lapangan Merdeka Kecamatan Pekalongan, Sabtu (09/09/2017).

Acara yang bertujuan untuk pengembangan bakat seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Lampung Timur khususnya dalam bermusik tersebut juga sebagai sarana berinteraksi antar warga khususnya warga seputar Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur.

Hadir pula dalam acara Asisten II Kepala Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Junaidi, S.E., M.M., Staf Ahli Kepala Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Dr. Ir. David Ariswandy, M.M., Perwira Penghubung 0411/LT, Mayor Inf. Joko Subroto, Camat Pekalongan, Ery Rahman dan Forkopimcam Pekalongan.

Dikatakan oleh Syahrudin bahwa, “Banyak nilai positif dari kegiatan Festival Musik Kreatif ini, diantaranya sportifitas, kreatifitas, kompetisi, dan toleransi. Kegiatan seperti ini diadakan agar dapat melahirkan bibit yang berbobot, untuk menjadi duta yang lebih tinggi, yaitu ditingkat provinsi bahkan sampai ditingkat nasional,”ujarnya kepada seluruh peserta Festival Musik Kreatif.

Pagelaran yang merupakan salah satu rangakaian Kalender Even Wisata Kabupaten Lampung Timur 2017 tersebut diikuti oleh sebanyak 27 peserta baik dari dalam kabupaten maupun luar kabupaten.

Adapun ajang penilaian yang menitik beratkan pada kriteria vocal, arrangement, dan performance itu memperebutkan hadiah berupa piala dan piagam penghargaan serta uang tunai sebesar 5 juta rupiah untuk juara pertama, 3 juta rupiah untuk juara kedua dan 2 juta rupiah untuk juara ketiga.

Terpisah, menurut Anoenk Ramadhan selaku Official Support pada Festival Musik Kreatif 2017, “Musik kreatif dari segi konsep artinya keluar dari mainstream alat musik yang sudah ada (drum, gitar, bass, dll), karena dalam bermusik menggunakan alat yang sebenarnya bukan alat musik, semisal panci, pipa digunakan sebagai alat musik. Bahkan plastik bekas dapat dijadikan sebagai suara burung, suara pasir dijadikan suara air lalu dikemas atau dipadukan dengan alat musik mainstream menjadi nada. ”pungkasnya. (kemas)