FEB Unila Kembali Berhasil Dapatkan Sertifikasi Abest-21

0
477
views

Bandarlampung – Sebagai pionir pencetak prestasi emas dikancah internasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) kembali mendapatkan Sertifikat The Alliance of Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st Century (ABEST-21). Abest-21 sendiri merupakan lembaga sertifikasi sekolah bisnis berskala internasional yang berdomisili di Jepang.

Rektor Unila, Prof.Hasriadi Mat Akin mengapreasi pencapaian FEB Unila itu didapat melalui usaha yang terus menerus dalam menyusun borang dan di presentasikan oleh Dekan FEB Unila Prof.Satria Bangsawan bersama dengan dirinya pada 29 Februari lalu di Sony University,Tokyo, Jepang.

“Alhamdulillah,hasilnya 1 Maret lalu,FEB kita, khususnya program kelas Magister Manajemen Unila mendapatkan Sertifikat ABEST-21. Keluarga Besar Unila mengucapkan selamat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam memperoleh sertifikat/akreditasi ini,”ucapnya disela kegiatan pengamatan GMT di Itera, Rabu (9/3) kemarin.

Dekan FEB Unila Prof. Satria Bangsawan mengakui penganugrahan posisi FEB Unila nempati terakreditasi internasional Abest-21 yang pertama untuk wilayah Lampung dan di Sumatera.
Tak hanya itu, strata dan pencapaian pendidikan FEB Unila sejajar dengan perguruan tinggi Indonesia yang memiliki FEB berstandar internasional lainnya seperti Universitas Brawijaya (FEB-UB), Universitas Indonesia (FEBUI), Universitas Padjajaran (FEB Unpad), termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Bisnis dan Manajemen Intitut Teknologi Bandung (STIBM ITB).

Untuk Indonesia sendiri baru 12 FEB yang telah mendapatkan akreditasi ABEST 21. Sebanyak 10 FEB berada di pulau Jawa, satu di Sulawesi, dan di Sumatera yakni FEB Unila. Ke-12 FEB tersebut merupakan lembaga yang telah terakreditasi A.“Kita pertama di Sumatera dan nomor dua di luar Jawa,” katanya, diruang kerja, Kamis (10/3).

Untuk memperoleh ABEST 21, terus Satria, harus melewati beberapa tahapan yang di antaranya terlebih dahulu menjadi anggota dengan akreditasi A nasional. Syarat lainnya antara lain memiliki rencana akreditasi, laporan evaluasi diri dan visitasi, lulus pemberian pengarahan tim pier-reviewer akreditasi, hingga proses penyaringan akreditasi selama 2 tahun.
Dipaparkan Satria, FEB Unila berhasil bergabung dalam ABEST 21 hanya dalam kurun waktu persiapan 1 setengah tahun.

Pengajuan proposal diterima Agustus 2013 dan pada 6-8 Maret FEB Unila berkesempatan untuk melakukan presentasi ke Universitas Sony, Tokyo, Jepang. Kemudian dilanjutkan dengan proses verifikasi hingga dinyatakan lulus di Univeritas Scuba, Tokyo, Jepang.

Unila termasuk salah satu PTN Indonesia di antara 17 kampus dunia yang akreditasi internasionalnya diakui luas. FEB Unila bisa memperoleh ABEST 21 setelah lulus 10 verifikasi standar internasional di antaranya profil dan sejarah, program pendidikan, metode pengajaran, strategi, hingga isu ke depan.
Profesor kelahiran Pulau Pisang, kabupaten Pesisir Barat itu mengungkapkan, perolehan akreditasi ABEST 21 melengkapi capaian FEB Unila dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya FEB Unila mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT).

Tak hanya itu, prestasi FEB Unila juga ditorehkan melalui perolehan sertifikat penjamin mutu pendidikan internasional dari UCAS yang berpusat di London, Inggris. Serta sertifikat ISO 9002/2008 pada tiga program studi di lingkungan FEB, termasuk Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) Manajemen dan Akuntansi.
“Untuk mencapai level world class faculty atau sekolah bisnis berskala internasional tak hanya ditunjang dari kualitas alumni atau lulusannya, tetapi juga penting untuk membangun branding lembaganya, guna memperoleh pengakuan dari pihak eksternal,” paparnya.

Kepala UPT Layanan Internasional, Prof. Cipta Ginting diruang kerjanya, Kamis (9/3) melengkapi pencapaian FEB Unila tak hanya membuat bangga nama dan citra kampus hijau. Tapi, juga memudahkan pihaknya melancarkan berbagai kerjasama dan layanan internasional kepada 18 negara anggota member Abest-21.

”Mulainya dari FEB,tapi efek influence (positifnya) juga dirasakan dan mempengaruhi fakultas maupun unit kerja lain termasuk unit klita untuk mencapai prestasi internasional juga. Efeknya buat kita, Unila jadi mudah untuk difasilitasi bekerjasama dengan level yang naik. Terutama pada perbaikan akademik, proses belajar mengajar dan mutu lulusannya,”pungkasnya. (ins)