Fasilitas Kurang, Butuh Sentuhan Pemerintah Setempat

Potensi Bendungan Bimbin Jadi Alternatif Wisata

TRANSLAMPUNG.COM, PESISIR BARAT – POTENSI wisata di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) sangat banyak sekali mulai dari laut, air terjun dan peninggalan-peningalan bersejarah. Salah satunya seperti Bendungan Bimbin yang berada di Pekon (Desa, red) Sukarajo, Kecamatan Way Krui, yang merupakan Bendungan tertua di Kecamatan Setempat.

LAPORAN: EKO RIADI/TRANS LAMPUNG

Bahkan bendungan tersebut menurut para Tokoh masyrakat setempat, Tahmid mengatakan bendungan Bimbin dibangun sejak puluhan tahun lalu lamanya, umur bendungan tersebut terhitung semenjak tahun 1980 dibagun, dan baru mulai ramai dikunjungi masyrakat sejak jalan tersebut mulai dirabat beton sekitar tahun 2005 lalu melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

“Itu semua masih bisa kita lihat hingga saat ini dan tentu itu semua bisa menjadi objek wisata di Bendungan Bimbin ini,” ungkapnya kepada Trans Lampung waktu lalu.

Di tempat yang tidak berjauhan, menurut salah satu masyarakat setempat, Reva selain serapan irigasi untuk persawahan milik warga sekitar juga merupakan tempat pemandian warga Pesibar khususnya masyrakat Pekon sekitar Kecamatan tersebut.

“Nama bendungan tempat pemandian tersebut, yang akrap ditelinga masyrakat Pesibar dengan sebutan Bimbin. Kalau diartikan dalam artian bahasa Lampung yang artinya ‘Pingiran’,” jelasnya.

Selain dijadikan tempat pemandian, Bimbim juga sering dijadikan tempat wisata alternatif, terutama kalangan muda-mudi untuk bertemu dan sekedar mandi sembari menikmati jernihnya air sungai.

“Khususnya hari-hari libur seperti pada hari Minggu, pemandian Bimbin banyak di kunjungi wisatawan. Mereka bukan dari Pesibar saja melainkan dari luar daerah, seperti Kabupaten Lampung Barat (Lambar) dan bahkan dari Propinsi Bengkulu,” jelasnya.

Mengingat teknologi yang sudah berkembang dan menjadi kebutuhan utama kalangan muda, maka dengan mudah informasi terkait alternatif wisata Bendungan Bimbin tersebar luas. Baik di masyarakat luar Kabupaten Sai Bhatin dan ulama ini maupun di luar daerah.

“Selain itu, banyaknya masyrakat yang menuntut ilmu di luar daerah seperti di Bandarlampung dan Propinsi Bengkulu. Yang berdampak pada pengenalan wisata alternatif melalui mulut kemulut. Sehingga pada hari libur bisa dikatakan lumayan ramai pengunjung wisata alternatif tersebut,” pungkasnya.

Terpisah, salah satu pengunjung dari Kelurahan Pasar Mulia, Kecamatan Pesisir Tengah, Retno (32) mengatakan dirinya mengunjungi Bendungan Bimbin yang juga merupakan wisata alternatif tersebut minimal satu minggu sekali.

“Saya rutin setiap minggu sekali mengantar anak mandi, karena airnya bersih dan tidak perlu menuju kolam renang dan yang paling pasti tidak mengeluarkan biaya yang terlalu besar hanya saja untuk jajanan anak-anak alias geratis,” ujarnya.

Retno berharap kepada Pemerintah setempat agar kiranya bisa menambahkan tempat kuliner dan fasilitas penunjang lainnya.

“Mengingat setelah lama berenang tidak ada tempat beristirahat dan tempat bersalinnya. Itu aja sih kendalanya, selebihnya menarik,” tandasnya.

Bila para pemburu objek wisata hendak berkunjung ke Bendungan Bimbin tersebut bisa datangi langsung Pekon Sukarajo, setelah sampai di pekon tersebut anda masuk kurang lebih 1,2 kilometer dan bisa langsung menikmati air yang turun dari pegunungan yang dapat membuat badan lebih fit dan fresh. (r7/hkw)

 

 

 

News Reporter