. . .

Event Siasat Bergerak Kota Metro Hadirkan Navicula Band

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Event Siasat Bergerak bertajuk Siasat Callin On The Road  The Soul of Expression akan digelar di Kota Metro, event musik dan art ini akan digelar di Bejos Milk, Rabu (25/7). Event ini menghadirkan Navicula Band, band yang terkenal dengan lagu Mafia Hukum yang bertemakan korupsi selain itu ada juga Wake Up Iris, Mas Bagas, Phyla Project dan Mesin Waktu.

Selain pertunjukan band dalam event ini juga digelar Photography Competition, Photography Showcase, Screening Movie hingga Market Place. Digelar juga sharing sesion dengan Siasat Partikelir, Ruru Radio dan Rosamala FM, custom painting dari Tjap Djago, Lowpop, dan Grafitty Mural dari Sketsa Lampung.

Event ini sendiri digelar di Bejos Milk, dengan harga tiket cukup terjangkau hanya Rp 20ribu. Dibuka mukai pukul 15.00 WIB sampai selesai. Motel selaku panitia mengatakan,

Dihimpun dari naviculamusic.com, Navicula didirikan tahun 1996 di Bali, Indonesia. Formasi Navicula terkini adalah: Robi (vokal, gitar), Dankie (gitar), Made (bass), Gembull (drum).

Nama Navicula diambil dari nama sejenis ganggang emas bersel satu, berbentuk seperti kapal kecil (dalam bahasa Latin, Navicula berarti kapal kecil). Band ini mengusung rock sebagai warna dasar musik mereka, berpadu dengan beragam warna etnik, folk, psychedelic, punk, alternatif, funk, dan blues. Liriknya sarat dengan pesan aktivisme dan semangat tentang Damai, Cinta dan Kebebasan.

Navicula dikenal aktif di dunia indie musik, walau sempat kontrak dengan major label Sony-BMG di tahun 2004. Bersama Sony-BMG, Navicula merilis album ke-4 mereka yang berjudul, Alkemis. Namun, tahun 2007 album ke-5 mereka, Beautiful Rebel, dirilis secara independen dan band ini kembali mengobarkan semangat idealisme mereka melalui jalur indie. Tahun 2009 Navicula merilis album ke-6 yang berjudul “Salto”, dan sekrang mereka sedang mengerjakan album ke-7 (tanggal rilis masih belum diumumkan). Navicula bermarkas di Bali dan tetap eksis di dunia musik nasional hingga saat ini.

Musik Navicula dipengaruhi kuat oleh alternatif rock 90-an, terutama grunge/seattle-sound dari band-band macam Soundgarden, Pearl Jam, Alice in Chains, dan Nirvana. Namun, yang membuat musik mereka menjadi sedemikian unik adalah pekatnya pengaruh budaya Bali saat ini sebagai melting-pot dunia (tempat bercampurnya beragam budaya, termasuk budaya klasik Bali hingga budaya modern internasional), dan kesempatan untuk berkreasi di suatu kondisi yang sangat kontras ini.

Navicula, sebuah band grunge yang dikenal dengan sebutan “the Green Grunge Gentlemen” karena aktifnya mereka di dunia aktivisme sosial dan lingkungan. Tumbuh di Bali, band ini menyerap banyak inspirasi dari beragam budaya dan informasi dari berbagai belahan dunia, isu sosial, serta perubahan ekologi yang terjadi di Bali dan dunia secara global, dan menjadikannya sebagai topik lagu-lagu mereka.

“Isu lingkungan hidup merupakan masalah vital yang sangat mempengaruhi kita semua saat ini, sehingga kami percaya sangatlah penting untuk bertindak segera dan melakukan apapun yang kita bisa untuk menyebarkan kesadaran dan pemahaman mengenai isu lingkungan ini. Kami memiliki musik; memiliki media berpengaruh dan bahasa universal, dan dengan media inilah kami berjuang menyebarkan kesadaran positif, terutama bagi kaum muda sebagai agen perubahan. Kami percaya, lewat kegiatan berkesenian, kami bisa menebar benih perubahan. Kita perlu berubah, dan Navicula ingin menjadi bagian dari perubahan ini,” kata Navicula. (suf/hkw)