Erupsi Susulan Tak Ganggu Pelayaran

Foto RNN/TNN

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tertutup awan usai erupsi awal Juli 2018.

 

GAK

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNG – Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menimbulkan erupsi, Rabu (4/7). Sejauh ini, meski erupsi susulan GAK terjadi, hingga Kamis (5/7) tetap kondusif dan tak mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Sunda.

Menurut pihak Pos Pantau GAK, erupsi kali ini merupakan susulan dari peristiwa sebelumnya yang terjadi pada akhir Mei lalu. Kepala Pos Pantau GAK Andi Suwardi mengatakan, kegiatan GAK yang terjadi sekarang ini persis seperti erupsi pada 25 Mei lalu. Itu terekam melalui alat seismograf di pos setempat.

Hanya saja pihaknya tak bisa melihat secara visual kepastian tinggi kabut yang dikeluarkan GAK. Andi juga tak bisa memperkirakan kapan waktu erupsi itu terjadi, karena erupsi kali ini merupakan susulan dan terjadi cukup banyak.

“Iya, kegiatannya sama dengan terakhir erupsi beberapa waktu lalu. Dan erupsi kali ini cukup banyak, tapi sekarang kami tak bisa melakukan pemantauan secara langsung karena tertutup uap air laut,” kata Andi saat dikonfirmasi Radar Lamsel (grup radarlampung.co.id).

Namun, dari hasil perekaman yang terlihat di seismograf, menurut Andi perkiraan tinggi asap erupsi GAK mencapai sekitar 100 sampai 500 meter.

“Pastinya kurang tahu, kalau perkiraan mungkin 100 sampai 500 meter,” katanya. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Andi mengtakan pihaknya menghimbau agar wisatawan dan masyarakat yang berada di sekitaran GAK untuk menjauh.

“Kami harap saat ini tidak ada yang mendekat, hindari GAK dari jarak radius 1 kilometer,” katanya.

Sementara itu, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni memastikan erupsi GAK tak mempengaruhi aktifitas pelayaran armada di Pelabuhan Bakauheni. Pihak KSOP juga menyebut bahwa tidak ada larangan pelayaran.

“Tidak ada larangan pelayaran, sebab erupsi GAK tidak mengganggu jarak pandang para nahkoda,” kata petugas KSOP Bakauheni Iskandar. (rnd/rnn/gus/tnn)

 

 

News Reporter