. . .

Endang, Polres Harus Serius Proses Oknum Aparatur Tiyuh, Kasat: Sedang Dilidik.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
‎Mantan Kepala Sekolah eks MTs Matholiul Falah, di Tiyuh (Desa) Margajaya Indah Kecamatan Pagardewa, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung Endang, meminta pihak kepolisian Tulang Bawang (Tuba) dapat memproses secara hukum sejumlah oknum aparatur Tiyuh setempat ‎ yang diduga telah menjual lahan sekolah untuk pembangunan jalan tol senilai Rp 653 Juta.

Hal tersebut diungkapkan setelah dirinya menghadiri panggilan pihak penyidik Polres selaku saksi pada kamis (1/9/2018) beberapa pekan lalu, untuk memberikan keterangan atas kepemilikan lahan hibah yang sebenarnya.

Menurut Endang, saat itu sekitar tahun 2012 dirinya menerima hibah lahan tanah seluas 1 Ha dari pak Mustarani, untuk dipergunakan sebagai lokasi bangunan sekolah MTs. Karena sekolah itu telah tutup sejak 2016 lalu bahkan bangunannyapun sudah ambruk lapuk termakan jaman‎, diatas lahan tersebut sudah tidak adalagi aktifitas.

‎” Saya hanya sebagai penerima hibah, dulu setahu saya tanah tersebut‎ dari pak Mustarani untuk MTs dan surat hibahnya ada, namun surat hibah tersebut ‎atas nama Tiyuh yang ditandatangani oleh kepala Tiyuhnya ‎Solikhan. Sebab, saat itu pak Mustarani belum mengeluarkan surat hibah, hanya penyerahan secara lisan melalui telpon kepada saya untuk amal panjangnya.” Kata Endang saat dihubungi Translampung.com pada minggu (‎16/9) pukul 20:50 Wib.

‎Endang menduga aparatur tiyuh setempat  telah merekayasa hak kepemilikan dan akte hibah, untuk mengelabui tim gantirugi jalan tol tanpa sepengetahuan ‎pihak sekolah dan pemberi hibah sebenarnya.

‎‎” Karena pak Mustarani sebagai pemilik tanah telah melaporkan kasus tersebut ke pihak Jajaran Mapolres, kami ‎hanya mendukung dan siap untuk menjadi saksi. Dengan harapan pihak kepolisian dapat segera menindak tegas terduga pelaku. Sebaba, menurut informasi yang kami dapat tanah tersebut sudah dicairkan sebelum bulan puasa lalu, yang diterima oleh bendahara Tiyuh  Alan, dan kepala Tiyuh Solikhan.”‎ Terangnya.

‎Sementara itu Camat Pagardewa Umar usman membenarkan terkait adanya lahan sekolah eks MTs tergusur jalan tol, akan tetapi dirinya mengaku tidak terlibat dan dilibatkan, sebab kasus tersebut adalah ulah oknum aparatur tiyuh setempat. Bahkan, selaku camat dirinya menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepihak kepolisian untuk mengusut tuntas bedasar laporan pemilik hibah.

‎” Jika dibutuhkan saya siap memberikan keterangan kepada polisi kalau memang saya dipanggil, pastinya saya tidak terlibat.” katanya‎

Menanggapi hal tersebut Kasat Reskrim Polres Tuba AKP Zainul Fachry‎ membenarkan atas laporan  rekayasa hak kepemilikan dan akte hibah eks sekolah MTs oleh oknum aparatur Tiyuh setempat.

‎” ya benar lagi dilidik dan masih proses, ‎namun benar salahnya  belum dapat di ketahui.” Imbuh AKP zainul melalui pesan Whatsappnya.  (Dirman)