Embarkasi Haji Diburu Waktu

0
542
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Pengalihan status Bandara Radin Inten II Lampung Selatan (Lamsel) menjadi embarkasi haji bekejaran dengan waktu. Pasalnya, rangkaian pelaksanaan haji tahun ini diperkirakan sudah dimulai pada Juli mendatang. Artinya, proses pengalihan status embarkasi haji harus sudah tuntas sebelum waktu tersebut.

Anggota Komisi V DPRD Lampung Garinca Reza P mengakui, sejauh ini langkah yang dilakukan oleh Pemprov sudah maksimal. Namun demikian, upaya untuk mendorong pengalihan status embarkasi haji ini harus terus dilakukan.

Saat ini, kata dia, dorongan itu tinggal difokuskan pada masalah administrasi. Sebab, saat ini pihak eksekutif dan manajemen sudah menyatakan kesiapan bandara secara fisik. “Artinya, komunikasi-komunikasi yang dilakukan ke pusat jangan sampai putus. Saya kira harus dikejar terus sebab kan Juli nanti sudah pelaksanaan haji,” jelasnya.

Dijelaskan, Kanwil Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung juga seharusnya bisa ikut andil sebagai penyambung lidah Pemprov untuk mengomunikasikan masalah ini kepada Kemenag RI. “Kalau persoalan slot, tinggal bagaimana penyesuaian kloternya saja. Saya kira bisa diambil dari yang sebelumnya. Toh kalau Lampung sudah embarkasi penuh, slot yang dari Bandara Soekarno Hatta juga berkurang,” jelasnya. seperti dikutip dari radarlampung.co.id (grup translampung).

Ditambahkan, kala Bandara Radin Inten II menjadi bandara internasional yang juga melayani embarkasi haji penuh tentu akan berimbas juga pada kemajuan berbagai sektor. Terutama sektor ekonomi dan pariwisata. Oleh sebab itu, politikus Partai NasDem menegaskan, seluruh pihak harus mendukung kebijakan ini. ”Sebelum itu tentunya juga ada kebijakan pendukungan lain yakni persoalan infrastruktur dan akses yang ada. Baik menuju sektor kawasan industri maupun kepariwisataan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, langkah menuju embarkasi penuh Bandara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan, mendapat respons dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Kepala Dinas Perhubungan Lampung Qodratul Ikhwan melalui Kabid Perhubungan Udara Bambang Soembogo mengatakan, pihaknya sudah bertemu pihak Kemenang soal bandara untuk embarkasi haji penuh. Hasil pertemuan, kementerian mendukung niat tersebut.

“Kita tadi sudah sampaikan bahwa apa yang dimiliki Lampung saat ini sudah sesuai dengan apa yang diminta. Intinya Kementerian mendukung dengan pelaksanaan embarkasi penuh ini,” jelasnya, kemarin.

Langkah selanjutnya, sambung dia, Kemenag meminta Kementerian Perhubungan melalui manajemen Bandara Radin Inten II mempercepat alih status menjadi bandara internasional.
’’Mereka meminta percepatan alih status mnenjadi internasional. Nah, ini sudah kami komunikasikan ke pihak Bandara jika bisa secepatnya direalisasikan,” ujarnya.

Hal-hal yang kaitannya dengan sektor pariwisata, imbuh dia, harus juga masuk dalam bahasan. Untuk itu, dia menjelaskan pemprov segera menjadwalkan rapat dengan pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan ini.

Soal tim dari Kemenag yang akan turun untuk memverifikasi Bandara, dia mengaku masih menunggu penjadwalan antara Gubernur M. Ridho Ficardo dan Menteri Agama Lukmanul Hakim Syaifudin. “Kalau itu masih menunggu pertemuan dulu antara pak Gubernur dan pak Menag,” jelasnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Lampung Suhaili mengatakan, rapat yang digelar dengan Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umrah Kemenag RI baru memberitahukan progres yang dilakukan oleh pemprov.

Pada dasarnya, Kemenag RI nantinya akan melihat terlebih dahulu bagaimana progres yang dilakukan dalam menuju pengesahan embarkasi ini. “Ya dilihat dulu bagaimana embarakasinya, soal asrama haji dan bagaimana persiapan yang lain,” pungkasnya. (tnn)