Eka Riantinawati Siap Disumpah, Jika Memerintahkan Staf Untuk Memungut dan Menjual Nama Bupati

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Eka Riantinawati membatah jika dirinya pernah memerintahakan stafnya untuk melakukan pungutan.

“Tidak mungkin saya mau memerintahkan hal seburuk itu. Saya siap dan bersumpah “Demi Allah” kalau pernah saya memintahkan atau menyuruh anak buah saya untuk memungut dengan menjual-jual atas nama bupati,” kata Eka saat ditemui dirung kerjanya, Selasa (17/4/2018).

Menurut dia, anggaran kegiatan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini sangat kecil dan minim kegiatan. Sehingga, tidak mungkin hal seperti yang dituduhkan.

“Mana mungkin mas, kami berani memungut atau memotong biaya setiap kegiatan. Apa lagi mau ada istilah memungut biaya atas nama bupati,” ujarnya.

Disinggung soal Kabid Pengelolaan Statis Firdaus yang sempat dipanggil oleh bupati langsung yang mempertanyakan adanya pemotongan 10-25 persen dari kegiatan yang ada di Disperpuseru? Eka Riantinawati mengatakan itu tidak benar, silahkan tanya langsung dengan Firdaus.

“Ini orangnya (Firdaus-red), silahkan kamu tanya langsung. Pernahkah saya memerintahkan kamu untuk memotong anggaran kegiatan yang mengatasnamakan bupati, ceritakan fir,” kata bu Eka.

Sementara itu, Firdaus mengatakan jika pemotongan itu atas insiatif dari dirinya dan sesama rekan satu bidang untuk makan minum dan keperluan sumbangan jika ada keluarga yang sakit atau meninggal.

“Tidak ada itu mas. Yang saya ceritakan kemarin dihadapan pak bupati kegiatan yang ada dibidang saya. Dan tidak pernah mengatasnamakan pak bupati, mungkin yang dimaksud pak bupati adanya sms yang mengatakan ada pungutan untuk bupati,” pungkasnya. (JOHAN)

News Reporter