. . .

Dukung Petani dan UMKM Kopi, BI-Pemkab Tanggamus Kerja Sama

image_print
SERAH-TERIMA CENDERAMATA: Bupati Tanggamus Dewi Handajani dan KPw BI Lampung Budiharto Setiawan saling serah-terima cenderamata usai audiensi membahas kerja sama optimalisasi komoditas kopi dari Tanggamus.
TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Membahas soal kopi, Bank Indonesia Perwakilan Lampung beraudiensi dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Dalam audiensi tersebut Bank Indonesia mengungkapkan, harga jual kopi dari Tanggamus yang sudah menembus pasar dunia sangat berpengaruh terhadap nilai tukar Rupiah. Sehingga hal itu sangat perlu dioptimalkan.

Audiensi berlangsung di ruang rapat bupati. Dari pemkab, dihadiri Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. Didampingi Pj. Sekretaris Daerah Hamid H. Lubis, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan FB. Karjiono, dan beberapa Kepala OPD terkait. Kemudian rombongan tamu, terdiri dari Kepala Perwakilan (KPw) BI Lampung Budiharto Setiawan, Manajer Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Tri Kurnia Ayu, serta Asisten Manajer Bambang Wirawan.

Budiharto Setiawan mengawali bahasan, dengan mengungkapkan BI  memiliki program pengendalian harga atau nilai tukar Rupiah. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai tukar Rupiah tersebut, menurut BI, adalah keberadaan komoditas kopi dari Kabupaten Tanggamus yang telah memiliki kapasitas ekspor hingga ke mancanegara.

“Kabupaten Tanggamus adalah salah satu produsen kopi yang terbesar di Lampung. Bahkan di tingkat nasional. Termasuk juga komoditas lainnya. Oleh karena itu, kerja sama pengembangan komoditas kopi dan komoditas lainnya, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perlu dilakukan,” terangnya.

Mewakili BI, Budiharto berharap agar kondisi tersebut terus terjaga juga ditingkatkan. Ia menyatakan, BI telah dan akan mendukung petani dan pelaku usaha di Kabupaten Tanggamus agar dapat lebih meningkatkan produktivitasnya.

Dirinya menjelaskan, BI telah memberikan bantuan terhadap Kelompok Wanita Tani Dewi Sinta dalam pengolahan kopi, memberikan bantuan ternak kambing burawa, bantuan alat serta pelatihan kepada pelaku usaha yang ada di Kabupaten Tanggamus.

“Bantuan itu dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok dan kurs Rupiah. Baik di level provinsi maupun kabupaten,” ujar Budiharto.

Bupati Tanggamus Dewi Handajani menyambut baik tawaran kerja sama dari BI Perwakilan Lampung. Dewi Handajani berharap agar kerjasama tersebut akan semakin memotivasi petani dan pelaku UMKM khususnya, untuk lebih maju. Dia juga berharap dukungan dari BI terhadap pelaku usaha yang ada di Kabupaten Tanggamus, terus dilakukan dan ditingkatkan.

“Kami berharap bantuan ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Termasuk ada bantuan CSR atau yang lainnya. Selain itu agar ke depan ada harga komoditas yang lebih tinggi, dan ini agar bisa dibantu. Kerjasama ini kami harapkan agar ke depan bisa terus berkelanjutan,” ungkap Dewi Handajani.

Terhadap para pelaku usaha di Tanggamus, bupati meminta, agar mereka tidak berdiri sendiri. Namun juga merangkul sektor usaha yang lebih kecil. Misalkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok-kelompok lainnya.

Pj. Sekda Tanggamus Hamid H. Lubis menambahkan, dirinya menginginkan adanya percontohan dari hulu hingga hilir, sehingga proyek kerja sama BI dengan Pemkab Tanggamus hingga berhasil.

“Kami ingin semua sektor pertanian bisa berhasil. Untuk itu kami mohon bimbingan sekaligus percontohan bagi masyarakat. Termasuk kepada Koperasi dan UMKM,” harap Lubis. (ayp)
error: Content is protected !!