Duh Ironis! Pasal Burung 2 Pria di Kotaagung saling Bacok saat Bulan Puasa

0
16116
views
TERLUKA PARAH: Pipit (32) warga Pekon Waytaman, Kecamatan Kotaagung, mengalami luka bacok parah setelah berkelahi dengan Remi (35), hanya akibat meributkan burung merpati. (Foto: IST)
TERLUKA PARAH: Pipit (32) tergolek lemah di UGD RSUD Kotaagung lantaran mengalami luka bacok parah, setelah berkelahi dengan Remi (35), akibat meributkan burung merpati, Sabtu (25/6) sore. (Foto: IST)
translampung.com – Saat sebagian besar warga sedang berkonsentrasi menunaikan ibadah puasa dan berlomba mengumpulkan pahala, Remi (35) dan Pipit (32) justru saling bacok. Ironisnya kedua pria yang sama-sama berasal dari Waytaman, Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, ‎Kabupaten Tanggamus tersebut tega saling tebas hanya gara-gara masalah burung.
Kasubbag Humas Polres Tanggamus AKP M. Daud mengatakan, peristiwa menggegerkan itu terjadi Sabtu (25/6), sekitar pukul 16.30 WIB. Tempat kejadian perkara (TKP) cekcok berujung adu bacok itu terjadi di rumah Remi. Sebelum terjadi pertumpahan darah, Pipit yang membawa sebilah senjata tajam (sajam) jenis golok ditemani Lami (rekannya), menyambangi rumah Remi.
“‎Dari keterangan saksi, Pipit mempertanyakan tuduhan Remi, yang menuduh Pipit mengambil burung merpati milik Remi. Spontan adu mulut pun terjadi antara tiga pria itu. Lantas Remi beranjak ke arah dapur dan kembali lagi menemui Pipit dan Lami, dengan membawa sebilah golok juga. Akhirnya terjadilah perkelahian yang berujung saling bacok,” beber Daud, mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora.
Kalah jadi abu, menang pun hanya jadi arang. Menang atau kalah, Pipit dan Remi sama-sama rugi alias terluka. Itu akibat amarah sesaat mereka yang tak bisa dikendalikan lagi. Daud menerangkan, Remi mengalami luka ‎robek di kepala sebelah kiri, robek pipi kiri, robek leher sebelah kiri, robek dada sebelah kanan, robek pergelangan tangan kiri, dan luka robek tangan kanan.
“Sedangkan Pipit, mengalami luka robek leher depan sepanjang 5 cm, luka robek tangan kiri panjang 4 cm dalam 3 cm, dan patah tulang terbuka di lengan kiri. Warga sempat melarikan keduanya ke Klinik Alhafa Medika Kotaagung. Namun karena lukanya parah, Remi langsung dirujuk ke RSU Abdoel Moeloek Bandarlampung. Sementara Pipit sempat dirujuk dulu ke RSUD Kotaagung. Namun tak lama, dirujuk lagi ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu,” jelas mantan Kapolsek Bangunrejo, Lampung Tengah itu.
Daud menegaskan, kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut perkara perkelahian ini. Hal penting yang juga segera dilakukan Korps Bhayangkara Tanggamus, adalah menetralisir kondisi agar tetap kondusif. Terutama keluarga besar masing-masing pihak, agar tidak mudah terprovokasi dan sepenuhnya menyerahkan masalah ini pada aparat.
“Saat ini situasi sudah kondusif. Apalagi antara Remi dan Pipit kan sebenarnya tinggal di dusun dan pekon yang sama. Kami juga sudah menggalang pihak keluarga masing-masing serta meminta dukungan aparat pekon untuk mendinginkan suasana,” tandas Daud pada translampung.com melalui pers rilisnya. (ayp)‎

LEAVE A REPLY