Dugaan Korupsi Alkes RSU Ryacudu Kotabumi, BPK Temukan Kerugian Negara

0
551
views

Kotabumi – Terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) RS. Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara (Lampura), yang hingga saat ini ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi yang sempat “mandek” hal ini dikarenakan menunggu hasil audit BPK tentang adanya kerugian negara dari pengadaan tersebut.

Kasi Intel Kejari Kotabumi, Dicky mengaku bahwa kasus tersebut dipastikan terus berlanjut, Dirinya menegaskan bahwa hasil audit BPK tentang kerugian negara terkait persoalan itu, telah dikatahui dan diperkirakan akan disampaikan BPK kepada Kejari pada pekan depan.

” Hasil koordinasi Ibu Kejari beberapa hari yang lalu bahwa audit tersebut sudah selesai dan BPK menemukan kerugian negaranya, hanya saja tinggal ditanda tangani. Dan kami masih menunggu hasilnya, dalam waktu dekat ini hasil audit BPK telah kami terima,”ujar Dicky diruang kerjannya, Senin (26/4)

Setelah audit BPK diterima oleh pihak Kejari jelaskan Dicky, selanjutnya akan memproses dan akan melakukan ekspose internal untuk penetapan siapa tersangkanya,” Kemungkinan saat ini ada yang dijadikan saksi, akan berubah status dengan ditetapkan sebagai tersangka. Kita tunggu saja dalam beberapa hari ini hasil audit itu kita terima,”jelasnya.

Dikatakannya lebih lanjut, bahwa jika ada kendala lain dalam penanganan kasus yang penyidikannya sejak awal tahun 2015 ini. Dimana, salah satu hambatannya yakni belum diperolehnya keterangan pihak rekanan berinisial BH ditingkat penyidikan.”Dalam tahap penyelidikan pertama pihak rekanan berinisial BH bersedia datang dan telah dimintai keterangan. Namun, saat perkara itu ditingkatnya menjadi penyidikan, dua kali surat panggilan dilayangkan tapi BH tidak juga datang. Kami akan kembali memanggil BH dengan batas dua kali pemanggilan lagi, apabila tidak juga diindahkan maka langkah hukum akan kita berlakukan,”tegasnya seraya
menambahkan jika dalam proses penyidikan yang dilakukan, sebanyak 20 saksi telah dimintai keterangan, salah satunya mantan Direktur RSU Ryacudu, Maya N Manan.

Sementara itu, Maya Manan saat dimintai keterangan beberapa waktu lalu mengakui jika dirinya pernah dimintai keterangan oleh Kejari. Dia juga mengakui jika proses pengadaan Alkes tersebut sudah sesuai prosedur.”Iya saya pernah dimintai keterangan,”katanya singkat.

Untuk diketahui, Diketahui, Kejari Kotabumi mengusut dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit (RSU) Ryacudu Kotabumi, tahun anggaran 2009 senilai Rp 4 miliar. Berdasarkan data yang dihimpun, dari total anggaran tersebut yang digunakan pengadaan alkes sebanyak 17 item itu, ada dua item pengadaan barang diketahui izin edarnya sudah tidak berlaku, sehingga terindikasi adanya penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 1,5 miliar.(Mg11)

LEAVE A REPLY