Dua Pelaku Pengedar Narkoba ST Dan RAT Terancam Penjara 20 Tahun, Kapolres: Ungkap 13 Kasus

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN

Kedua Pelaku pengedar Narkotika jenis Sabu ST (40) ibu rumah tangga dan RAT (35) oknum Guru SDN2 Kelurahan daya murni Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) akhirnya terancam kurungan penjara selama 20 tahu.

 

Sebelumnya kedua pelaku tersebut diamankan jajaran satuan Narkoba polres Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) dikediaman Pelaku ST warga Tiyuh Kartaraharja Rk3-Rt9 Tulangbawang Udik bersama rekannya RAT oknum PNS warga Tiyuh marga kencana Rk2  berikut barang bukti Dua paket sabu, Timbangan, Dompet dan sejumlah plastik klip. Pada (14/5/2018) pukul 14:39 Wib beberapa pekan lalu.

 

Menurut Kapolres ‎Tuba AKBP Raswanto Hadiwibowo, SIK, M.Si dalam konferensi pers nya mengatakan. ‎Selama dua pekan belakangan terakhir Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba), berhasil mengungkap sebanyak 13 pelaku tindak pidana.

 

” sejumlah 8 orang pelaku peredaran gelap Narkotika terdiri dari 6 orang pelaku laki-laki dan 2 pelaku perempuang diantaranya termasuk ST dan RAT warga Tiyuh Kartaharja kecamatan Tulangbawang Udik Tubaba. Sedangkan 4 orang pelaku pembunuhan berencana yang disertai curas (pencurian dengan kekerasan) dan 1 orang pelaku pemalsu BBM (bahan bakar minyak).” Kata Kapolres Raswanto dalam Pres rilisnya saat dikutip Translampung.com pada (28/5/2018) sekira pukul 15:15 Wib.

Lanjut dia,  untuk para pelaku peredaran gelap Narkotika sebanyak 8 orang tersebut akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.‎

 

” untuk 4 orang pelaku pembunuhan berencana yang disertai curas, akan dijerat dengan Pasal 340 Sub 338 atau 365 ayat 4 KUHP diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup. sementara pelaku pemalsu BBM inisial TA (30) juga warga Tiyuh Karta Raharja, Kecamatan Tulang Bawang Udik Tubaba akan dijerat dengan Pasal 54 Jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 Miliar.” Imbuh Kapolres.

 

Dalam konferensi pers tersebut dipimpin langsung Kapolres Tulang Bawang AKBP Raswanto Hadiwibowo, SIK, M.Si bersama Wakapolres Kompol Djoni Aripin, S.Sos, MM, Kasat Reskrim AKP Zainul Fachri, SIK, Kasat Narkoba Iptu Boby Yulfia, SH, MH, Kasubbag Humas Iptu Endri Junaidi, Kanit I Satreskrim Iptu Dyvia Ardianto, SIK dan Paur Subbag Humas Ipda Edy Saderi. (Dirman)

 

News Reporter