. . .

Driver Ojol Tuntut Jaminan Keselamatan Kerja

image_print

Foto radarlampung.co.id

Ratusan Ojol Grab saat melakukan aksi di depan kantor Grab Lampung, Senin (13/8).

 

Sampaikan 6 Tuntutan, Massa Datangi Kantor Grab Lampung

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Ratusan driver ojek online (ojol) datangi Kantor Grab Lampung di Jalan Achmad Dahlan, Pahoman, Bandarlampung, Senin (13/8).

Berdasarkan pantauan radarlampung.co.id (Group Trans Lampung), terlihat ratusan massa pengemudi ojol tersebut menggelar aksi didepan halaman kantor Grab Lampung. Selain itu massa aksi juga menutup sementara Jalan Achmad Dahlan, Pahoman yang menuju wilayah Telukbetung, Bandarlampung.

Untuk pengamanan aksi massa dilokasi tersebut dikerahkan beberapa anggota Polisi dari Polresta Bandarlampung.

Toni (28) salah satu driver Grab mengatakan, dirinya bersama ratusan rekan ojol lainnya menuntut pihak perusahaan Grab menaikkan insentif.

“Aksi ini kami menuntut untuk pihak Grab menaikkan intensif dalam rupiah dan menurunkan skema intensif serta mengeluarkan intensif driver yang belum dikeluarkan oleh pihak perusahaan Grab,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, massa juga meminta pihak Grab memberikan penjelasan kepada driver atas tindakan pemutusan mitra atau putus mitra yang dilakukan sebelah pihak tanpa ada pemberitahuan atau tanpa ada kejelasan.

“Alasan mereka itu apa, memutuskan secara pihak, maka dari itu kami meminta ada penjelasan dari pihak grab,” terangnya.

Dalam aksi yang dilakukan oleh ratusan massa aksi driver ojol Grab Lampung mereka menuntut enam poin tuntutan yang disampaikan ke pihak perusahaan Grab Lampung. Tuntutan utama yakni jaminan keselamatan kerja driver.

Koordinator aksi Deni Ahmadi mengatakan, bahwa ada enam poin yang disampaikan. Tuntutan utama yang disampaikan adalah masalah keselamatan kerja para driver di lapangan.

“Keselamatan kami di lapangan itu tidak di wadahi teman-teman dari aplikator, rekan-rekan kami berguguran dilapangan tapi hingga saat ini asuransinya tidak keluar, itulah yang kami rasakan, kami ini sejengkal dari aspal itulah yang kami kwatirkan,” ujarnya, Senin, (13/8).

Selain itu, lanjut Deni, pemutusan mitra dan kemudian untuk insentif yang terlalu rendah dan trip terlalu tinggi. “Bayangkan dari 20 trip yang tadinya 115 hingga naik 20 trip dan naik 25 poin tapi intensifnya turun, berarti Grab ini ingin memperbudak kami sebagai driver di lapangan,” paparnya.

Masih kata Deni, selain penjaminan keselamatan kerja SALVUS yang tidak pernah ada kejelasan, kenaikan trip yang tinggi dan insentif yang rendah, pihaknya pun meminta beberapa tuntutan lainnya.

“Kami minta nonaktifkan promo OVO karena menjadi alasan untuk pemutusan mitra sepihak, insentif driver yang selalu tak jelas mekanismenya dan sering ditunda dengan berbagai alasan. Berikan kami juga amnesti terhadap akun yang di putus mitra dengan alasan yang beragam dan tidak jelas dan juga kami meminta pemutusan mitra tidak dengan cara sepihak,” pintanya.

Dia menambahkan, dirinya bersama massa aksi lainnya meminta kejelasan enam poin tuntutan secapatnya. Jika tidak ia akan mengempulkan massa yanh lebih besar lagi.

“Kami sudah sampaikan bahwa Rabu, 15/8), kami akan datang kembali untuk meminta jawaban dari pihak grab, tapi kami minta jawaban harus Ya. Tapi dari aplikator tidak menuruti permintaan kami maka kami akan bermain secara sistem. Kami akan memanggil massa lebih besar, kami hanya ingin menuntut hak kami,” tandasnya. (rlo/ang/tnn)