. . .

DPRD Tubaba Tinjau Ridgid beton Senilai 4,4 M di Panaragan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PANARAGAN – Wakil Ketua satu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung, Yantoni meninjau pembangunan infrastruktur milik Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Lampung pada Rabu (28/8).

Lokasi pembangunan jalan Ridgid beton yang ditinjau oleh Ketua Partai Gerindra Tubaba itu adalah Pembangunan jalan ruas Penumangan menuju Tegal Mukti Kabupaten Way Kanan tepatnya di Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tubaba sepanjang 810 meter dengan lebar 5 meter dengan ketebalan 30 cm.

“Saya dapat informasi dari warga Tiyuh Panaragan bahwa ada pembangunan jalan dengan Ridgid beton di Tiyuh Panaragan, dengan nilai mencapai 4,4 miliar lebih. untuk itu saya ingin agar pihak rekanan benar-benar mengerjakannya sesuai standar Kontruksinya, meski itu kewenangan pemerintah Provinsi Lampung, tetapi masyarakat Tubaba lah yang akan merasakannya sehingga harus sama-sama kita awasi prosesnya” Kata Yantoni kepada Translampung saat berada di lokasi pembangunan.

Diakui Yantoni, bahwa selama tiga tahun terakhir sejak 2015 hingga 2018 ini, dirinya mengapresiasi pemerintah provinsi Lampung yang telah memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Tubaba, namun dirinya menyayangkan atas buruknya kualitas pembangunan yang telah terealisasi oleh pihak Rekanan selaku pelaksana lapangan.

“Sebagi warga Tubaba, tentunya kita harus bersyukur atas pembangunan yang diberikan oleh pemerintah provinsi, namun, menurut saya setiap pembangunan yang masuk di Tubaba ini telah menjadi ladang empuk untuk korupsi oleh para okmun kontraktor yang syarat persekongkolan dengan pihak terkait. Contohnya setiap nilai kontrak pekerjaan tidak tanggung tanggung mencapai miliaran rupiah tapi hampir setiap tahun proyek itu tak berbekas dan kurang bermanfaat,” cetusnya.

Lebih lanjut dikatakannya, hasil tinjauan terhadap pekerjaan PT.Buana Permai Jaya tersebut, diakui Yantoni masih dalam pengawasan dan evaluasinya dengan masyarakat Tiyuh Panaragan hingga beberapa waktu kedepan.

“Saya melihat memang ada yang tidak memenuhi standar kontruksi seperti lantai kerjanya ada yang kurang dari 10 cm, tetapi nanti akan kita koordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait, sebab ada pekerjaan drainase juga dengan volume yang cukup besar, jadi secara teknis akan kita sampaikan. Kita bersama-sama masyarakat wajib mengawasi pembangunan di Tubaba agar asas manfaatnya dapat dirasakan,” terangnya

Sementara itu dikatakan Niko dari pihak Perusahaan saat dijumpai di lokasi kegiatan, mengungkapkan bahwa pihaknya melaksanakan pekerjaan senilai 4,4 miliar tersebut berdasarkan kontrak kerja dari Dinas PUPR Provinsi.

“Secara teknis kami melakukan pekerja ini sesuai dengan penempatan titik nolnya dari dinas PUPR Provinsi Lampung, Mudah-mudahan secara teknis kontruksinya akan kami lakukan sesuai standar. Tentunya kami ingin pekerjaan ini memuaskan dan cukup berkualitas, makanya saya selalu mengawasi secara langsung proses pengerjaannya,” ujar Niko

Diakuinya, bahwa selama pekerjaan tersebut pihak Dinas PUPR Provinsi Lampung telah rutin mengawasi pelaksanaan dilapangan, namun berkaitan dengan standardisasi kontruksi, akan menjadi evaluasi lebih lanjut pihaknya selaku pelaksana pekerjaan.

“Hal-hal yang belum memenuhi standar kontruksi akan menjadi evaluasi perusahaan kami, tentunya kami siap menerima saran dan kritik dari masyarakat agar kualitas pekerjaan kami bermanfaat bagi masyarakat setempat” Imbuhnya (dir/hkw)

error: Content is protected !!