DPRD Pertanyakan Kriteria Peserta Umroh

0
176
views

 

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro mempertanyakan alokasi anggaran untuk 28 masyarakat yang menerima umroh ke tanah suci dan perjalanan wisata rohani dari Pemkot. Pasalnya hingga kini DPRD belum mengetahui siapa dan kriteria apa saja masyarakat yang bisa diberangkatkan mengikuti ibadah tersebut.

“Yang pertama itu kriteria mereka bisa berangkat karena apa? Seperti apa? Maksudnya yang menerima itu karena apa? Karena kita tidak tahu soalnya. Tahunya berangkat saja,” ujar Anggota Komisi II Alizar.

Diakuinya, status warga yang berangkat tersebut juga harus jelas apakah warga Kota Metro atau bukan. Terlebih pemberangkatan umroh maupun wisata rohani tersebut menggunakan APBD Kota Metro.

”Kami juga tidak tahu siapa-siapa yang diberangkatkan umroh atau wisata rohani oleh Pemkot Metro. Termasuk status warga mana atau tinggal dimana. Apakah masyarakat Bumi Sai Wawai atau justru daerah lain,” tanyanya.

Senada dikatakan Zas Dianur Wahid, Anggota Komisi III. Pihaknya juga mempertanyakan siapa saja masyarakat yang diberangkatkan dalam ibadah umroh dan wisata rohani tersebut. ”Kita ini  sama sekali enggak ada datanya. Kita itu enggak tahu mereka warga mana. Kalau sampai warga luar ya kerok. Ini kan pakai APBD Metro,” jelasnya.

Diakuinya, komisi dan badan anggaran tidak mengetahui adanya usulan untuk umroh dan wisata rohani. Namun, tiba-tiba sudah masuk dalam APBD. Sehingga pihaknya sama sekali tidak mengetahui. “Pembahasan di murni (APBD) itu tidak ada anggaran umroh. Harusnya sama-sama penyelenggara pemerintah komunikasi dengan kami. Kesannya ditutupi seperti ini. Makanya mau kita tanya,” tambahnya.

Oleh karena itu, DPRD berencana akan memanggil Pemkot Metro untuk menjelaskan hal tersebut. Termasuk kriteri masyarakat yang diberangkatkan apakah merupakan warga setempat.

Terpisah Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Metro Ridwan mengaku belum mengetahui secara pasti terkait masyarakat yang diberangkatkan umroh dan wisata rohani tersebut. ”Saya belum begitu mengerti. Karena baru,” ujarnya yang menjabat sebagai Plt Kabag Kesra Metro sebagai leading sector pemberangkatan umroh dan wisata rohani 28 masyarakat setempat.

Diketahui, Pemkot Metro melepas jemaah yang umroh dan perjalanan wisata rohani, Kamis (1/6). Umroh dan wisata rohani bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Wali Kota Metro Achmad Pairin mengatakan, wisata rohani selain dilakukan umat muslim juga dilakukan masyarakat non muslim dengan tujuan Yerusalem. Sebanyak empat umat Kristen dan Katolik berangkat pada tanggal 10 hingga 16 Juli 2017.

Selain itu, perjalanan wisata rohani untuk umat Budha yang berlokasi di Thailand berjumlah satu orang dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 20 Juli 2017. (tnn)