DPR Minta KPK Turun Tangan Investigasi Kelangkaan Gas Melon

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Kelangkaan gas elpiji 3 kg atau subsidi, kini terjadi hampir di setiap daerah. Terlebih lagi, kelangkaan ini sudah terjadi sejak satu bulan belakangan ini.

Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan untuk menginvestigasi celah kemungkinan ada tindak pidana korupsi dalam distribusi elpiji ini.

“Sudah harganya mahal, barangnya juga sulit didapat. Setelah didapat, isinya malah tidak sesuai dengan beratnya yang 3 kg. Ternyata, banyak sekali yang dimanipulasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (13/12).

Bambang mengaku kecewa melihat realitas kelangkaan elpiji 3 kg, terutama terhadap kinerja Pertamina yang bertanggung jawab atas kelangkaan ini. Masyarakat konsumen, baik rumah tangga maupun pedagang mengeluhkan kondisi ini.

“KPK harus memeriksa Pertamina sebagai penyuplai elpiji 3 kg. Saat ini, Pertamina belum menunjukkan profesionalisme sepanjang dipimpin Direktur Utamanya Elia Massa Manik,” katanya.

Menurutnya, kinerja bos Pertamina masih negatif. Hal ini membuktikan bahwa penunjukkan seseorang untuk mengisi jabatan Dirut Pertamina masih dipenuhi unsur like and dislike. Penunjukan atau pemilihan Dirut Pertamina tidak dilakukan dengan profesional.

“Dan kelangkaan elpiji 3 kg merupakan bukti ketidakprofesionalan direksinya. Kelangkaan ini juga menurunkan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.(jpg/hkw)

News Reporter