DPD PEKAT IB Tuding Dinas Perizinan Pesawaran  Lemah  Dalam Pengawasan

Translampung-com,PESAWARAN – Organisasi Masyarakat (Ormas) Dewan Pimpina Daerah Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu ( DPD Pekat IB) Pesawaran menuding pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pesawaran lemah dalam menjalani fungsi pengawasan.

Menurut Ketua DPD Pekat IB Kabupaten Pesawara, Herwan Baseir mengatakan bahwa lemahnya pengawasan yang di lakukan oleh pihak Dinas ini lataran adanya salah satu Indomaret yang berdiri diatas lahan milik PTPN VII di Desa Cipadang Kecamatan Way Lima selama beroprasi  tidak mengantongi izin.

“Artinya hal ini luput dari pengawasan mereka, harusnya pihak Dinas terkait bisa memonitoring dan melakukan Evalusi terhadap Indomaret yang ada di pesawaran yang belum mengatongi izin yang legal,” kata Herwan Baseir saat di hubungi Translampung Senin (6/3).

Selain belum mengatongi izin, lanjut dia, keberadaan Indomaret itu sendiri telah melanggar Permendagri No 35 Tahun 2008 Tentang penataan dan pembinaan pasar dan Tradisonal dan toko moderen.

“Diwilayah itukan banyak para pedagang warung kecil tentunya dengan berdirinya indomaret tersebut secara otomatis omset para pedagang warung kecil menurun bisa-bisa para pedagang gulung tikar dan bangkrut karena pembeli beralih ke Indomaret tersebut,” ucap dia

Herwan Baseir menambahkan dengan adanya masalah ini pihaknya juga telah melakukan langkah-langkah untuk membantu kegelisahan warga di sekitar karna kebanyakan warga yang ada di sekitar indomaret  menolak keras berdirinya Indomaret tersebut .
“Penolakan keras para warga ini dilakukan dengan membuat surat penyataan untuk kita sampaikan ke pihak Dinas terkait dan Bupati Pesawaran agar ditindak lanjuti,” ucapnya .
“Nah dengan hal ini kami selaku DPD Pekat IB Pesawaran meminta kepada pemerintah Daerah Pesawaran melalui Dinas Perijinan untuk meninjau ulang pendirian Idomaret tersebut dan juga kami meminta kepada pihak indomaret agar menutup semetara sebelum ada izin yang jelas dari dinas terkait seta meminta kepada pihak Kepolisian untuk memeriksa orang-orang yang terlibat dalam pendirian Indomaret tersebut “,kata Hewan Baseir.
Sementara itu selaku kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Joni Arizoni Mengatakan bahwa dirinya membenarkan bahwa Indomaret tersebut belum mengantongi izin dari perizina.

“Ya,memang belum mengantongi izin soalnya perizinanya saat ini masih di proses,” ucapnya

Dirinya menerangkan bahwa pihanya telah terjun kelapangan dan berdasarkan hasil monitoring.Dan evaluasi dilapangan tidak ditemukan hal-hal yang melanggar UU tentang praktek monopoli dan persaingan tidak sehat serta hasil dari konfirmasi dari masyarakat tidak ada yang menolak adanya Indomaret itu.

“Sebenarnya berdirinya indomaret yang ada di lahan PTP itu adalah penganti koprasi karyawan Ruwa Jurai Way Lima yang untuk mempermudah karyawan mengambil barang yang dibayar melalui potongan gaji merek,” pungkasnya

Semetara itu pihak Indomaret belum bisa di konfirmasi terkait masalah ini. (ydn)

News Reporter