. . .

DPD PAN Kota Bandar Lampung Targetkan 12 Kursi Pada Pemilihan Caleg 2019 Mendatang

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Bandar Lampung, menjadi partai kedua yang mengajukan kuota Calon Anggota Legeslatif (caleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Bandarlampung, Minggu (15/7/2018).

Menurut ketua DPD PAN Kota Bandar lampung Wahyu Lesmono bahwa DPD PAN telah mengajukan sebanyak 50 nama caleg  ke KPU Bandar Lampung, dan dari 50 caleg itu keterwakilan perempuan 30 persen sudah terpenuhi.

“Pemilihan umum legislatif (pilleg) tahun 2019.ini sekitar 50 nama caleg telah kita ajukan ke KPU Bandar Lampung, dan dari 50 caleg itu keterwakilan perempuan 30 persen sudah kita penuhi,” kata Wahyu Lesmono, usai mendaftar di KPU setempat.

Wahyu menjelaskan bahwa pileg tahun 2019 ini DPD PAN menargetkan 12 kursi yang akan menduduki DPRD Kota Bandar Lampung karna pileg tahun sebelumnya PAN hanya memproleh tujuh kursi.

“Nah target kita di pileg tahun 2019 ini DPD PAN Kota menargetkan sebanyak 12 kursi tentunya dengan apa yang sudah kita lakukan yakni selalu terjun kebawah untuk bersosialisasi tentunya DPD PAN selalu optimis dengan apa yang akan kita harapkan ,”ucap Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung ini.

Saat disinggung sejauh mana upayanya agar target tersebut tercapai, Wahyu Lesmono menjelaskan,bahwa sejauh ini seluruh Kader DPD PAN telah terjun langsung ditengah -tengah masyarakat untuk melakukan sosialisasi untuk meraih simpati kepada masyarakat.

“Kami memang sudah jauh -Jauh haru tunrun bergerak di tengah -tengah masyarakat untuk mensosialisasikan dan meraih simpati dari  masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Bandar Lampung Fauzi Heri, menjelaskan, sejauh ini baru dua partai politik (parpol) yang mendaftatkan sebagai peserta Pilleg 2019.

“Baru dua parpol, yang pertama Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) dan Partai Amanat Nasional,” kata dia.

Dia menjelaskan, seluruh parpol dilarang mendaftarkan caleg yang pernah terjerat kasus hukum pelecahan seks anak dibawah umur dan pengkonsumsi narkoba serta kasus korupsi.

“Ya memang sudah ada aturanya apa bila ada caleg yang terjerat masalah hukum tentunya caleg tersebut bisa di batalkan,”jelasnya.

Fauzi Heri juga menambahkan , jika pendapataran para peserta  caleg belum lengkap maka masih bisa diperbaiki atau dilengkapi mulai tanggal 22-31 Juli, kalau juga tidak dilengkapi maka itu masuk kategori tidak memenuhi syarat pencalonan anggota legislatif.

“Ada lagi, kalau sudah di daftarkan di KPU, caleg tidak bisa dibatalkan, keculai dia caleg perempuan baru bisa di rubah, karena harus memenuhi syarat 30 persen kuota caleg perempuan,” pungkasnya. (ydn) 

error: Content is protected !!