Dosen ED UBL Jadi Anggota Elsevier Advisory Panel

0
728
views
MEWAKILI : Keterpilihan Dosen ED UBL Susanto Saman, SS, MHum, MA, PhD di Elsevier Advisory Panel, di Belanda, mewakili kampus, daerah, bangsa dan negara diajang internasional. (Dok. ED UBL/BMHK UBL).

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG- English Department Universitas Bandar Lampung (ED UBL) terus menguatkan eksistensinya di level internasional. Salah satunya melalui kiprah akademik luar biasa para dosennya yang semakin mendunia. Dosen ED UBL Susanto Saman, SS, MHum, MA, PhD, belum lama ini dipercaya menjadi anggota Elsevier Advisory Panel, di Belanda. Susanto membenarkan diruang kerjanya, Gedung Rektorat, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman, Senin (19/6/2017).

Pria yang juga Dekan ED UBL membeberkan Elsevier Advisory Panel, di Belanda merupakan komunitas para ilmuwan dan cendikiawan, dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan di dunia internasional.

“Keterpilihan saya mewakili pihak kampus (UBL), daerah (Lampung) dan juga negara (Indonesia) di organisasi internasional ini cukup mengejutkan walaupun keterlibatan disana bukanlah hal yang asing bagi saya,”paparnya.

Disinggung perihal Elsevier Advisory Panel, Susanto menerangkan, sejak berdirinya tahun 1880 sampai sekarang  lembaga internasional ini merupakan salah satu lembaga penyedia informasi ilmiah, teknis, dan medis terbesar didunia dan berkantor pusat di Kota Amsterdam di negara yang identik dengan kicir angin dan bunga tulipnya tersebut.

“Pencapaian menjadi anggota Elsevier Advisory Panel di Belanda adalah tanggung jawab keilmuwan yang harus dijalankan” kata Susanto, yang juga anggota di Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia Organisasi Wilayah (ICMI Orwil) Lampung ini.

Susanto, yang salah satu pakar Forensic Linguistics dari Lampung di tingkat internasional ini, memang terkenal aktif dalam berbagai pertemuan ilmiah di dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri, Susanto telah menjadi narasumber di Kemendikbud, maupun berbagai intitusi perguruan tinggi nasional lain seperti ITB, UI, USU, UNS, maupun berbagai institusi lainnya.“Bahkan baru-baru ini, Alhamdulillah saya juga dipercaya menjadi narasumber kajian Cyber Crime di Rakernis Fungsi TIK, tingkat nasional di Polda Lampung (Selasa, 2/5/2017 lalu).

Sedangkan di luar negeri, Susanto juga banyak menyajikan karya ilmiah seperti di Australia, Jerman, China, India,Malaysia, Mesir, Portugal, dan berbagai negara lainnya. Meskipun begitu banyak aktifitas keilmuwan yang dilakukan, alumnus Doktoral (S3) English and Foreign Languages University (EFLU),di Hyderabad, India ini masih meluangkan waktu mendidik dan mengajar ilmunya di perguruan tinggi.

“Saya berkewajiban menciptakan imuwan dan cendikiawan baru khususnya di bidang saya yaitu Forensic Linguistics, Cyber Crime dan yang terkait lainnya. Salah satunya melalui matakuliah Discourse Analysis yang saya ajarkan di ED UBL,”,kata Susanto, peraih Ambassador Awards for Excellence 2011 dari Duta Besar RI di New Delhi.

Tak pula, Susanto membawa pesan Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA yang berharap dengan segala pencapaiannya yang sangat kuat, dapat membantu mahasiswa dalam para alumni ED UBL. Terutama dalam memanfaatkan dan menerapkan ilmu pengetahuannya bagi masyarakat luas. Termasuk bila bekerja di berbagai institusi.

“Kami (UBL) sangat berharap, eksistensi Pak Susanto bisa membantu sivitas akademika UBL tidak hanya disini, tapi hingga publik untuk belajar ilmu-ilmu yang dapat diterapkan bagi kehidupan luas. Hal ini diperlukan keseriusan, daya tahan dan disiplin tinggi. Semoga kiprah beliau yang terus aktif dapat memajukan ilmu pengetahuan, dan mampu menginspirasi masyarakat Indonesia,”tutupnya. (*)