Dorong Kemitraan Bulog dan Gapoktan

0
337
views

ASISTEN Bidang Ekonomi Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Adehammenghadiri dan menyaksikan Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Perum BULOG Divre Lampung dengan KTNA Se- Provinsi Lampung, Selasa (15/3) lalu.

Asisten disambut oleh Kadivre Perum BULOG Dindin Syamsudin dan Ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia) Provinsi Lampung, Kaslan.

Dijelaskan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Bayana acara bertempat di Aula Kantor Perum Bulog Divre Lampung Bandar Lampung.

Ruang lingkup kerjasama diantaranya pertama Mendorong dan membimbing petani/gapoktan anggota KTNA dalam program on Farm Kemitraan Perum Bulog. Kedua Mengawal kemitraan petani dan gapoktan anggota KTNA dalam program on farm kemitraan Perum Bulog. Ketiga Menerima produksi pangan yang dihasilkan oleh petani/gapoktan anggota KTNA dalam program on farm Kemitraan Perum Bulog sesuai harga yang disepakati.

Ditambahkan oleh Kabag Humas Heriyansyah kerjasama antara Perum Bulog dan KTNA se-Provinsi Lampung  dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip korporasi dan Good Corporate Governance serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Maksud dan tujuan Nota Kesepahaman ini adalah dalam rangka pengawalan program on Farm Kemitraan Perum Bulog dengan petani/gapoktan anggota KTNA dan sinergi BUMN dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku, sesuai peran dan kewenangan, tugas, dan fungsi masing-masing pihak.

Diketahui, Perum Bulog adalah Badan Usaha Milik Negera dalam bentuk perusahan umum (Perum) yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2003 Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 8 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 142) yang bergerak dibidang usaha logistik pangan pokok.

Sedangkan Tujuan didirikannya KTNA mengembangkan profesionalisme petani dan nelayan; membangun rasa tanggung jawab, kesetiakawanan, dan keadilan sosial; menumbuhkan dan melestarikan nilai-nilai perjuangan KTNA dalam mengentaskan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan serta membangun watak petani nelayan yang ber-etos tinggi, berdisiplin, produktif, berkualitas, hemat dan mandiri, serta berprilaku mulia dalam kehidupan.(rls/isw)

LEAVE A REPLY