. . .

Dor…!! Buser Akhiri Perlawanan Sengit Sang Spesialis Maling

image_print
UNGKAP KEBERHASILAN: Kapolsek Wonosobo Iptu. Amin Rusbahadi didampingi Kanit Reskrim Brigadir R. Sinaga, menjelaskan keberhasilan mereka membekuk spesialis curat berbagai TKP, Kholdi (34) yang terkenal licin dan selalu membawa sajam. (Foto: DOK POLSEK WONOSOBO)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Meski sudah terpojok saat hendak ditangkap, seorang buronan serta tersangka kasus pencurian dengan pemberatan, Kholdi (34) masih saja beringas melawan petugas dengan senjata tajamnya. Tembakan peringatan dari moncong pistol personel Unit Reskrim Polsek Wonosobo, Kabupaten Tanggamus pun, hanya dianggap angin lalu. Bahkan pria bernama alias Ol itu, makin ganas melawan petugas. Sehingga polisi harus tegas menyarangkan timah panas di kakinya.

Aksi tersangka yang merupakan warga Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo itu, selama ini dikenal sangat meresahkan masyarakat. Namun dia juga dikenal licin saat akan ditangkap serta selalu mempersenjatai diri dengan membawa sebilah pisau.

”Bahkan pada saat akan ditangkap, tersangka masih melakukan perlawanan dengan menghunuskan sebilah pisau dan membahayakan keselamatan petugas. Tembakan peringatan dilakukan, namun tetap diabaikan. Sehingga terpaksa petugas kami melakukan tindakan tegas terukur di bagian kaki kirinya,” terang Kapolsek Wonosobo, Iptu. Amin Rusbahadi, S.Sos., mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si.

Dari penangkapan Kholdi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti kejahatan. Berupa 2 unit sepeda motor, sebilah pisau berikut sarungnya, sebuah topi, baju, dan sarung yang dipakai saat mencuri, serta 2 box handhpone.

Amin Rusbahadi menjelaskan, Kholdi berhasil ditangkap pada Rabu (21/11) sekitar pukul 02.00 WIB di jalan umum Pekon Kejadian, Kecamatan Wonosobo. Saat akan ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Wonosobo, tersangka justru mengancam keselamatan jiwa petugas menggunakan senjata tajam jenis pisau garpu.

”Maka dilakukan tindakan tegas dan terukur pada kaki kirinya,” tegas Amin Rusbahadi di Mapolsek Wonosobo, Rabu (28/11) sore.

Penangkapan terhadap Kholdi, kata kapolsek, berdasarkan sejumlah laporan. Meliputi laporan Bambang Ariyono (40) warga Pekon Banjarsari, Kecamatan Wonosobo tanggal 04 Oktober 2018 dengan kerugian sepeda motor Yamaha Mio Soul BE 6440 VV. Kemudian laporan Yeni Wulansari (32), warga Pekon Lakaran, Kecamatan Wonosobo dengan kerugian sepeda motor Yamaha Vega R BE 5460 VT.

”Tersangka juga merupakan DPO dalam perkara Curat yang tertuang dalam LP Nomor: B-63/XII/2008/LPG/RES TGMS/SEK SOBO tanggal 08 Desember 2008 dan Daftar Pencarian Orang Nomor: DPO/01/I/2009/Reskrim tanggal 3 Januari 2009,” beber kapolsek.

Amin Rusbahadi menjelaskan, saat beraksi mencuri sepeda motor, tersangka Kholdi tidak sendirian. Melainkan bersama seorang temannya, berinisial M alias IS. Setiap mencuri sepeda motor, tersangka juga menggunakan kunci T yang dibawa temannya.

”Teman Kholdi, yaitu M alias IS, masih dilakukan pencarian dan ditetapkan dalam DPO,” jelas kapolsek.

Selain laporan curat, Amin Rusbahadi menerangkan, ada laporan lain terhadap tersangka Kholdi. Meliputi laporan penganiayaan dan pengrusakan serta pengancaman terhadap korban bernama Mursid, warga Pekon Balak. Lalu laporan pencurian sepeda di Pekon Kotabatu, Kecamatan Kotaagung Barat.

”Polsek Kotaagung juga telah memeriksa tersangka ini dan barang bukti berupa handphone Nokia X2 milik tersangka,” tandas Amin Rusbahadi.

Sebelum Tertangkap Kholdi sempat Aniaya Ayah Kandungnya, Pernah Mencuri di Puskesmas Siringbetik, Uang hasil Kejahatan untuk Beli Sabu-Sabu 

KEMUDIAN Kanit Reskrim Polsek Wonosobo Brigadir R. Sinaga menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, masih ada kejahatan lain di Kecamatan Wonosobo yang diakui tersangka. Namun belum dilaporkan korban kepada polisi. Antara lain empat kali curat di Puskesmas Siringbetik. Korbannya adalah dr. Fajar dan pasien yang dirawat di puskesmas setempat.

”Saat beraksi di Puskesmas Siringbetik, tersangka terekam CCTV dan sarung milik tersangka tertinggal di TKP,” ujar Sinaga.

Lantas, aksi curat terhadap 4 unit handphone di rumah Mantri Manjari, alamat Pekon Tanjungkurung. Percobaan curat di Pekon Negeri Ngarip, yang mana aksinya diketahui oleh korban dan dikejar, namun Kholdi berhasil kabur.

”Bahkan empat hari sebelum ditangkap, tersangka sempat menganiaya ayah kandungnya sendiri. Namun ayah korban tidak melapor ke kami,” tegas kanit reskrim.

Di hadapan petugas, tersangka mengakui semua perbuatannya. Ironisnya, semua hasil kejahatan itu dipergunakannya untuk membeli narkoba. Tersangka juga menuturkan, apabila mendapatkan hasil curian, akan dijual kepada temannya di jalan dan rata-rata seharga Rp1 juta.

”Uang hasil kejahatan saya pakai beli narkoba jenis sabu-sabu. Kalau dapat motor, saya jual Rp1 juta ke teman di jalan. Sekarang saya menyesal,” tutur spesialis bertato itu dengan lirih. (ayp)