. . .

DLH Pesawaran Akan Melakukan Koordinasi Terkait Keluhan Warga Desa Lempasing

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesawaran akan melakukan koordinasi kepada seluruh jajaran DLH terkait adanya keluhan beberapa masyarakat Lempasing atas dugaan pencemaran lingkungan yang di lakukan oleh PT Pangan Sumber Inti Laut.

Hal ini di ungkapakan Kepada DLH Sopyan Agani melalui kasi Perencanaan Lingkungan Hidup DLH Pesawaran Andi Prasetia mengatakan bahwa dengan adanya pemberitaan di media yang ada tentunya pihaknya akan segera mungkin melakukan koordinasi kepihak pimpinan dan jajaran DLH Pesawaran.

“Ya, kalau menyangkut masalah pencemaran tentunya bidang pengawasan,tapi nati saya akan berkoordinasi dengan kabaidnya dan kepala DLH karna sebelum kita terjun kelapangan ,”kata Andi Presetia saat di konfirmasi Rabu (3/10/18).

Menurut Andi Prasetia bahwa perusahan tersebut memang sudah memiliki Instalasi Penagulangan Limbah (IPL) karna sebelum perusahan ini beroprasi sudah ada perusahan lain yang pernah beroprasi jadi perusahan ini cuma menganatika perusaahan yang sebelumnya tentunya IPL perusahan yang dulu di pergunakan oleh PT tersebut.

“Nah, kalau gambar yang kita punya ini sudah ada IPL-nya tapi bagaimanapun pihak kita tentunya sebelun melakukan pengecekan apakah adanya pencemaran tersebut tentunya kita akan berkoordinasi terlebih dahu ke pimpinan ,”jelasnya.

Lebih lanjut dirinya juga mengatakan bahwa pihak DLH tidak semata – mata akan memberikan sangsi jika benar adanya permasalahan tersebut setidakanya akan melakuakan mediasi kepada pihak masyarakat yang merasa di rugiakam adanya permasalahan ini.

“Kalau ada yang menyangkut nyawa itu beda urusanya jelas ada sanggsinya tapi kitabupayakan nati akan melakukan mediasi supaya ada jalan keluar kalau memang betul adanya masalah pencemaran ini ,”tegasnya.

Berita sebelumnya sebagian warga Desa Lempasing Kecamatan Teluk Pandan kabupaten peswaran mengeluh adanya pembuangan limbah oleh salah satu perusahaan  pengolah kepiting Rajungan dan Udang milik PT Pangan Sumber Inti Laut yang berlokasi di Desa ini.

Pembuangan limbah yang di lakukan oleh pihak perusahan ini di duga telah mencemari lingkungan karna selain menimbulkan bau yang kurang sedap di sekitar lokasi, limbah ini juga telah mencemari sumur warga yang sehari – harinya di pakai warga untuk mencuci pakayan dan mandi .

“Hampir tiga hari ini sumur yang di pergunakan sebagian warga yang kurang mampu untuk mencui pakaya dan mandi  tidak bisa di pakai lagi karna selain airnya kotor kehitam – hitaman air nya ini beraroma bau kemungkina akibat adanya pembuangan limah dari perusahan itu ,”ungkap salah satu warga yang enggan namanya di tulis, Sabtu kemarin ( 29/9/18).

Menurut warga ini, semenjak adanya perusahan tersebut banyak warga yang mengeluhkan terutama warga yang tinggal di sekitaran perusahan ini,karna adanya bau yang tidak sedap dari dalam perusahan ini yang  tercium oleh sebagian warga.

“Kalau mereka (perusahan red) sedang oprasi pasti bau busuk tercium akibatnya kita yang tinggal disisni terasa terganggu bagaimana tidak waktu pas mau makan bau busuk tercium jadi selera makan jadi terganggu ,”ucapnya.

Senada di ungkapkan oleh salah satu pemilik warung makan yang tinggal tidak  jauh dari pembuangan limbah oleh  PT Pangan Sumber Inti Laut yang jaraknya hanya sekitar empat meter dari lokasi pembuang limbah tersebut mengatakan bahwa semenjak berdirinya perusahan ini para pelanggan yang hendak makan risih dengan bau yang tidak sedap tercium di lokasi ini.

“Bagaimana tidak pembungan limbah ini tidak di perhatikan oleh pihak perusahaan yang semau -maunya tanpa memperhatikan warga di sekililing karan pihak perusahan ini tidak menyediakan penampungan limbah yang permanen jadi wajar kalau bau busuk tercium,”jelasnya.

Lebih lanjut Ia juga menjelaskan sudah beberapa kali keluahan warga ini di sampaikan kepada pihak perusahaan tapi tidak ada tanggapan yang serius dari piak perusahan tentang adanya masalah ini dan  beberapa hari lalu sebagian warga memprotes ke pihak perusahaan lataran sumur yang di pergunakan sebagian warga yang tidak mampu untuk mencuci pakayan dan mandi tercemar sehingga tidak bisa di pergunakan.

“Nah, atas protes sebagain warga ini baru pihak perusahan melakukan penyedotan sumur tersebut, tapi hasilnya masih juga tidak bisa dipakai masih saja tetap airnya hitam dan bau ,”ucapnya.

Sementara berdasarkan penelusuran wartawan Translampung.com di lokasi pada Sabtu 29/9/18 bahwa pembuangan limbah yang di lakukan oleh pihak perusahan ini terkesan tidak memperdulikan lingkunagan warga. karna pihak perusahan tidak menggunakan penampungan permanen untuk pengelolaan limbah yang di hasilkan dari pengeolahan kepiting  Rajungan dan Udang ini.

Pembuangan limbah yang di lakukan oleh pihak perusahan ini mengunakan paralon besar yang yang di pasang dari gudang, lalu di salurkan ke lakasi yang tidak jauh dari lokasi Gudang pengolahan yang jaraknya kisran 50 M. Namun sayangnya di lokasi pembuangan limbah pihak perusahan ini tidak di buat secara permanen untuk pengolaha limbah, karna keberadaan limbah ini di biarkan begitu saja mengalir akibatnya menimbulakan bau busuk yang menyengat di sekiling lokasi ini.

Sementara Jarak titik pembuangan limbah dari sumur warga yang tercemar ini kisaran 20 meter alhasil saat pihak perusahan melakukan penyedotan sumur tersebut meskipun sampai kering masih saja tetap seperti semula sehing samapi saat ini warga enggan mempergunakanya.

Saat wartawan koran ini medatangi lokasi hendak mengkonfirmasi adanya masalah ini ke pihak perusahan namun tidak ada satupun pimpinan perusahan yang bisa di temui hanya ada salah satu sekurity yang berjaga di gudang ini.

“Mau ketemu siapa mas? semua pimpinan sedang keluar kalau mau konfirmasi masalah pencemaran itu ke pak Tri karna dia sebagai menejer lapanganya lagian pihak perusahan telah menyelesaikanya dengan menyediakan air bersih dan tempat mencuci pakayan di dalam gudang ini,”kata Haidar selaku  penjaga di gudang ini

Sebelumnya wartawan koran ini sudah mencoba mengkonfirmasi masalah ini ke salah satu menejer lapangan yang di ketahui bernama Tri Handoko melaui sambuang WhatsAap nya namun dirinya hanya berjaji akan memberikan keterang lataran dirinya sedang belum bisa masuk kerja .

“Nanti kalau saya sudah masuk kerja saja mas saya sedang sakit ,”jawab tri melalui Whatsaapnya.

Namun sayang saat wartawan koran  ini menayakan siapa yang bisa di temui di pihak perusahan untuk mengkonfir masalah ini dirinya tidak ada jawana malah memblokir Whatsaap wartawan koran ini (ydn)