DKPPP Kota Metro Gelar Percepatan Tanam Padi  

0
392
views

 

Translampung.com Metro – Gerakan Percepatan Tanam Padi Sawah Musim Tanam Rendeng 2016-2017 sekaligus Penyerahan Alat Mesin Pertanian Kepada Kelompok Tani Se-Kota Metro berlangsung di areal persawahan Kelompok Tani Karya Lestari Kelurahan Mulyosari Kecamatan Metro Barat  Kota Metro. Dihadiri oleh Ditjen Hortikultura Ir. Sukarman, Walikota Metro Achmad Pairin, Wakil Walikota Metro Djohan, Dandim 0411/LT, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Penanggung Jawab UPSUS Pajale Provinsi Lampung, Kepala Satker di Lingkungan Pemerintah Kota Metro, Ketua TP-PKK Kota Metro, Camat dan Lurah se-Kota Metro, Para penyuluh pertanian dan POPT, dan anggota kelompok tani.

 

Lusia Parjiem Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Metro , mengatakan bahwa tujuan dan sasaran dari kegiatan tersebut adalah untuk mewujudkan swasembada dan swasembada pangan yang berkelanjutan, untuk mencapai sasaran tanam Provinsi Lampung seluas 113.895 ha, meningkatkan efisiensi pemanfaatan dan pengolahan serta pengelolaan sumber daya air yang tersedia, memaksimalkan pemanfaatan Alsintan yang telah dibantu oleh pemerintah pusat kementerian pertanian yang terdiri dari 10 unit Hand tractor, 10 unit Pompa air,    5 unit Transplanter,  dan 20 unit Hand sprayer.  Adapun tema dalam agenda tersebut adalah “Gerakan Percepatan Tanam Mewujudkan Swasembada dan Swasembada Pangan Berkelanjutan”, ujar Lusia.

 

Walikota Metro dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, dan berterimakasih kepada Kementerian Pertanian melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro atas pemberian alat percepatan tanam yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Kota Metro.

 

Lanjutnya, dengan melakukan penanaman padi sawah menggunakan transplanter dengan metode jajar legowo 2:1 di hamparan sawah Kelompok Tani Karya Lestari diharapkan mampu mempercepat waktu tanam, dengan 1 mesin tanam yang mampu menanami areal seluas 1 hektar dengan hanya 3 orang tenaga kerja.

 

“Diharapkan setelah mendapatkan bantuan, kita harus mendapatkan hasil yang lebih banyak, karena bukan hanya proses mudah dan cepat dalam pelaksanaanya, akan tetapi hasil juga yang harus lebih banyak”, katanya.

 

“Ilmu harus berkembang, ketika panen dalam 1 tahun dengan 3x panen, pasti nantinya akan ada dampak tertentu seperti penyakit, oleh karena itu saya harapkan para penyuluh dapat mempelajari situasi tersebut”, ujar Pairin.

 

Ditjen Hortikultura Ir. Sukarman dalam sambutannya mengungkapkan terimakasih atas kesempatan yang dapat hadir bersama dan menyaksikan hamparan sawah yang siap tanam dan melihat bagaimana alat dari Kementerian yang dibantukan dapat dimanfaatkan dengan baik.

 

“Harapan saya supaya lahan jangan sampai menganggur, begitu setelah panen kita siapkan dan dapat segera ditanam. Dan dengan bantuan Dandim 0411/LT yang bertanggung jawab dengan alat-alat percepatan tanam diupayakan alat tersebut jangan sampai menganggur, nantinya alat tersebut dapat dipinjamkan ke lain daerah yang membutuhkan”, ujarnya.

 

“Apabila bantuan tersebut kurang, supaya dapat diusulkan dan kami akan berusaha untuk membantu, saya harap alat-alat tersebut dapat dijaga dan dirawat bersama-sama. Kepada tim penggerak PKK Metro, dimohonkan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk dapat mengembangkan tanaman cabai dan bawang merah”, tutup Ditjen Hortikultura.(Lik)