DKP3 Jamin Metro Aman dari Virus Jembrana

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan  (DKP3) Kota Metro pastikan tak ada virus Jembrana yang mewabah di Kota Metro. Diketahui puluhan ekor sapi di tiga Kecamatan di Tulang Bawang (Tuba) mati mendadak akibat terkena virus Jembrana ini.

“Penyakit Jembrana hanya menyerang sapi bali, di Kota Metro tidak ada populasi sapi bali, sehingga Metro aman dari penyakit Jembrana,” ungkap Lusia Parjiem selaku Kadis didampingi Parjiya Kabid Peternakan DKP3 Kota Metro, Rabu (4/4).

Menurut dia di Kabupaten Tuba banyak terdapat populasi sapi bali hal ini yang menyebabkan merebaknya virus jembrana itu. Virus jembrana membunuh hewan ternak sapi dengan cara perlahan, pertama dengan rendahnya tingkat nafsu makan, kemudian sapi menjadi malas, dan terpaksa harus disembelih segera.

Dia menambahkan di Kota Metro mayoritas peternak sapi adalah jenis sapi lokal. Sehingga populasi sapi lokal di Kota Metro lebih aman dari penyakit.

“Kalau sapi lokal itu tidak bisa terserang penyakit itu, khusus sapi bali,” imbuhnya.

Memang sulit sekali menemukan sapi bali di Kota Metro, dari penelusuran beberapa peternak tidak pernah atau belum pernah beternak sapi jenis ini.

Sunar (45) salah satu warga Metro Selatan yang mempunyai ternak sapi mengatakan, bahwa dirinya belum mendengar virus jembrana ini.

“Saya malah belum dengar mas, kalau ada bahaya pasti. Tapi sapi saya ini biasanya kalau sakit hanya nafsu saja yang kurang, tapi untungnya sapi saya bukan sapi bali,” tuturnya, saat ditemui di kediamanya.

Parjiya mengatakan peternak memang harus lebih berhati-hati di musim pancaroba yang tidak stabil.

“Peternak harus lebih berhati-hati tidak hanya ternak sapi saja. Karena sekarang musim pancaroba artinya cuaca mudah berubah kadang panas kadang hujan, nah demikian juga dengan ternak unggas, virus lebih mudah tersebar di musim cuaca seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya daerah hulu Way Sekampung banyak peternak ayam yang sehingga bangkainya harus diwaspadai.

“Mereka biasanya membuang unggas yang mati mendadak di sungai nah  itu adalah faktor menyebabkan virus flu burung, jadi sekarang peternak harus lebih berhati-hati,” katanya. (suf/hkw)

News Reporter