Diwarnai Baku Hantam dengan Petugas Pengaman

0
378
views
TURUNKAN UKT: Ratusan mahasiswa duduki depan kantor rektorat kampus Unila ingin bertemu Rektor untuk menuntut UKT Semester 9 diturunkan.

Tuntut UKT Semester 9 Diturunkan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG- Polemik Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahasiswa Semester 9 Universitas Lampung (UNILA) kini masih terus menjadi perhatian para awak media terutama tentang permintaaan mereka yang tidak dikabulkan oleh Rektor Universitas Lampung Hasriadi Matakin.

Mahasiswa Unila yang telah mendapatkan penolakan dan  disampaikan oleh Wakil rektor dua Jum’at lalu langsung direspon dengan aksi ratusan massa yang menuntut masuk dan bertemu langsung dengan rektor sempat berlangsung memanas dan sempat diwarnai baku hantam antara mahasiswa dengan petugas keamanan satpam  di Gedung Rektorat, Senin(17/7).

Presiden BEM Herwin dalam orasinya meminta bertemu dengan rektor dan segera menyelesaikan permasalahan yang dianggap menyusahkan para mahasiswa.

“Kami disini dengan damai, meminta masuk dan bertemu dengan rektor dan meminta uang UKT mahasiswa semester 9 di kurangi dua puluh lima persen yang mengambil mata kuliah skripsi dan enam mata kuliah SKS jadi total 10 SKS,  lima puluh persen untuk seminar usul, tujuh puluh lima persen seminar hasil dan satu persen untuk pembayaran akhir itu saja,” kata dia.

Sisi lain tuntutan mahasiswa yang  meminta agar UKT mereka di turunkan bagi mahasiswa semester sembilan, dan ingin bertemu langsung meskipun perwakilan Unila sudah memberitahu melalui Kepala Biro BAK Margi bahwa Rektor Hasriadi Matakin sedang tidak ada ditempat.

“Pak rektor sedang tidak ada ditempat, dia sedang menghadiri undangan dari panitia SNMPTN wilayah barat diluar kota hingga tanggal 18 besok, kita akan sampaikan permintaan mahasiswa yang sebelum nya memang sudah dirapatkan dan disampaikan wakil rektor dua yang intinya menolak permintaan tersebut, karena jika ingin dibandingkan dengan UGM atau UI itu Unila belum bisa , karena Simpanan mereka mencapai ratusan miliar rupiah, sedangkan Unila hanya dua puluh miliar saja,” pungkas nya.

Aksi damai mahasiswa tersebut terpantau beberapa kali ricuh, dan terlihat anggota kepolisian yang berjaga didalam gedung dan mengundang kemarahan para mahasiswa yang berpendapat polisi tidak berhak ikut campur.

Al hasil Kapolsek Kedaton Kompol Bismark mengaku itu hanya salah paham saja.

“Tadi itu kita panggil Presiden BEM kedalam gedung itu untuk koordinasi dengan pihak Unila supaya mau menemui mahasiswa, eh tapi malah salah paham kami malah mau diusir tapi nggak papa namanya mahasiswa,” tutur Bismark kepada Trans Lampung.

Koordinator Lapangan Agus Setyawan mengungkapkan dirinya  dan mahasiswa lain nya akan menunggu sampai rektor datang dan menemui mereka.

“Kita bakalan tunggu rektor sampai datang, walaupun harus menginap akan kita lakukan,” tegas mahasiswa Peternakan itu. (r4)