Ditinggal ke Sawah dan Sekolah, Sebuah Rumah di Tanggamus Ludes Dilalap Si Jago Merah

0
417
views

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Sekecil apapun kelalaian, dampaknya bisa sangat fatal. Demikianlah yang dialami Sahril (50) bin Tarmizi. Keluarga asal Pekon Banjarnegeri, Kecamatan Gunungalip, Tanggamus itu, kini terpaksa kehilangan tempat tinggal, lantaran rumah mereka ludes dilalap si jago merah Sabtu (28/10) sekitar pukul 15.10 WIB.

NYARIS LUDES: Rumah milik Sahril (50) di Pekon Banjarnegeri, Kecamatan Gunungalip, nyaris ludes dilahap si jago merah, Sabtu (28/10) sekitar pukul 15.10 WIB. (Foto: Facebook)

Ketika kobaran api membesar dan kepulan asap hitam pekat membubung tinggi, tak satupun anggota keluarga ada di rumah. Sahril si empunya rumah sudah tengah berada di sawah. Sementara anak semata wayang Sahril masih berada di sekolah.

Peri warga pekon setempat mengatakan, awalnya api terlihat di sudut belakang rumah yang diperkirakan bagian dapur. Karena material dapur yang terdiri dari bahan kayu dan sudah cukup tua, si jago merah dengan cepat membesar. Ditambah lagi cuaca terik dan angin yang cukup kencang kemarin sore.

TERSISA PUING SAJA: Lantaran kobaran api tak berhasil dipadamkan, rumah milik Sahril akhirnya ludes dan tersisa puing-puingnya. (Foto: Facebook)

“Warga yang berusaha memadamkan api dengan cara estafet air menggunakan ember dan alat seadanya pun kewalahan. Nggak butuh waktu lama, dalam sekejap api melahap seluruh bagian rumah berikut isinya. Pemilik rumah sepertinya sedang di sawah. Anaknya masih di sekolahan,” ujar Peri.

Lantaran kondisi rumah kosong tanpa penghuni, kebakaran yang menyedot perhatian warga dan para pengguna Jalan Lintas Barat lantaran lokasi rumah di sisi ruas jalan protokol, tak menelan korban jiwa. Meski demikian, Sahril yang sehari-harinya bertani, mengalami kerugian material puluhan juta rupiah.

“Kami sudah mencoba memanggil-manggil siapa tahu ada orang di dalam (rumah). Ternyata nggak ada siapa-siapa,” ungkap Peri lagi.

Petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Tanggamus dari Pos Talangpadang yang berpacu melawan waktu, tak sempat menyelamatkan rumah Sahril. Pasalnya, ketika Damkar tiba di lokasi, tinggal tersisa puing tembok yang diduga merupakan bagian depan rumah. Selebihnya, sudah hangus terbakar.

Mengetahui rumah satu-satunya ludes, Sahril yang baru datang dari sawah tak kuasa menahan sedih bercampur syok sampai-sampai nyaris tak sadarkan diri. Sejurus kemudian, dengan sisa tenaga yang ada, Sahril bersyukur bahwa anak tunggalnya tak sampai menjadi korban.

“Saya pergi pagi-pagi sekali ke sawah. Sepertinya saya lupa mematikan kompor gas. Dan anak saya pun tadi pagi berangkat sekolah,” kata Sahril lirih. (ayp)