Ditemukan Rastra Tak Layak Konsumsi, Pemerintah Panggil Bulog

0
341
views

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNG UTARA- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara akhirnya mengadakan pertemuan dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Hal ini menyangkut penemuan beras sejahtera (rastra) –sebutan baru beras untuk rakyat miskin (raskin)– tak layak konsumsi sekaligus mencari solusinya.

Beras ak layak konsumsi itu ditemukan DPRD setempat saat kunjungan ke Bulog beberapa waktu lalu.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Fahrizal Ismail mengatakan, saat anggota DPRD, polres, dan pihak ketahanan pangan melakukan kunjungan beberapa waktu lalu, menemukan beras tak layak.

Hal tersebut juga diakui Guntur selaku kepala Bulog Subdivre Lampura. Namun beras tersebut merupakan stok 2016.

”Oleh karena itu, atas perintah bapak bupati Lampura, saya meminta kepada Guntur selaku kepala bulog agar yang disalurkan ke masyarakat merupakan beras yang baru dari pengadaan 2017 berkualitas bagus,” ujar Fahrizal seperti dilansir Radar Lampung (Jawa Pos Group) hari ini.

Fahrizal juga mengharapkan kepada Bulog agar dapat menjamin bahwa beras yang akan disalurkan berkualitas baik. Bulog juga harus menimbang kembali dan memastikan tidak adanya kebocoran terhadap karung yang akan didistribusikan.

Guntur mengatakan, sesuai Standard Operating Procedure (SOP), apabila masih ditemukan rastra kurang bagus atau masyarakat menerima rastra kualitas buruk, Bulog siap mengganti dengan kualitas medium.

”Adanya beras kualitas kurang bagus disebabkan beras yang disalurkan oleh Bulog adalah stok 2016 dengan kemasan 15 kg dan akan digantikan dengan stok 2017 dengan kemasan 50 kg berkualitas medium,” papar Guntur.

Pada bagian lain, Trismi, warga Brajaasri I, Kecamatan Wayjepara, Lampung Timur (Lamtim), juga merasa kecewa dengan rastra yang dibagikan. ’’Ini sudah nggak layak lagi. Ini sama saja dengan pakan ternak, ya kan?” keluhnya sembari menunjukkan beras kualitas buruk itu kepada wartawan.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Trismi, beras jatah raskin kualitas buruk tersebut sudah berlangsung empat bulan belakangan. “Bukan hanya kali ini saja, tapi sudah beberapa kali beras jatah ini keluar, sekitar empat bulan belakangan ini beras yang kami terima seperti itu,” katanya.

Untuk itu, dia mengolah beras itu menjadi tepung beras sehingga dapat dimakan dengan layak. “Kalau kayak begini, ya kita giling berasnya jadikan tepung beras biar bisa dimakan enak. Kalau mau dimasak langsung jadi nasi, lihat berasnya saja kuning begini, bagaimana kalau sudah dimasak coba?” kata Trismi.

Beras dengan kualitas buruk tersebut bukan hanya dia yang mendapat, namun merata. “Teman-teman lainnya sama, saudara saya juga sama berasnya seperti itu,” sambungnya.

Trismi mengatakan, jika beras jatah selanjutnya masih berkualitas buruk, maka ia akan menolak beras tersebut. Karena, sangat tidak layak untuk dikonsumsi. (tnn)