Ditembak Milisi Houthi, Mantan Presiden Yaman Tewas Bersimbah Darah

0
1620
views

TRANSLAMPUNG.COM – Mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh tewas dalam serangan di pinggir jalan pada hari Senin, (4/12), setelah beralih sekutu dalam perang sipil Yaman.

Saleh meninggalkan Houthi yang bersekutu dengan Iran untuk mendukung koalisi yang dipimpin oleh Saudi. Ini menurut pernyataan musuh dan pendukungnya.

Seorang pengamat mengatakan, kematian Saleh akan menjadi dorongan moral yang besar bagi Houthi untuk memenagkan perang. Ini sekaligus menjadi pukulan serius bagi koalisi pimpinan Saudi yang ikut campur dalam konflik di Yaman. Saudi mencoba mengembalikan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Setiap harapan dalam koalisi bahwa Saleh bisa dibujuk untuk membantu mengubah posisi melawan Houthi setelah terganjal jalan buntu yang berlarut-larut, berakhir pupus dengan kematiannya. Selama ini blokade Saudi dan pertarungan internal di Yaman menyebabkan jutaan orang menderita kelaparan dan epidemi.

Koalisi yang dipimpin Saudi akan terus melakukan perang terhadap Houthi di Yaman dengan risiko korban sipil yang tinggi, atau mereka malah menawarkan kompromi untuk membawa Houthi ke meja perundingan. Ini masih menjadi pertanyaan.

Sumber di milisi Houthi mengatakan, milisi Houthi telah menghentikan kendaraan lapis baja Saleh dengan roket RPG di Sanaa. Kemudian mereka menembak Saleh hingga tewas. Partai Saleh, General People’s Congress (GPC) dalam sebuah pernyataan di situsnya, meratapi kematian Saleh.

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan tubuh Saleh yang penuh darah terbaring dalam selimut merah dan dimasukkan ke dalam truk pickup. Peristiwa tragis ini terjadi hanya beberapa hari setelah dia memutuskan aliansinya dengan Houthi setelah hampir tiga tahun di mana mereka bersama-sama melawan koalisi pimpinan Saudi.

Dalam pidato di televisi pada hari Senin, pemimpin Houthi Abdul-Malek al-Houthi menyatakan kematian Saleh sebagai kemenangan melawan blok yang dipimpin Saudi. Ia memberi selamat kepada orang-orang Yaman pada hari bersejarah yang luar biasa.

“Ini merupakan hari di mana persekongkolan pengkhianatan gagal. Ini hari hitam untuk kekuatan agresi, ” ujar Al-Houthi dalam pidatonya di televisi.(jpg)