. . .

Distan Akan Lebih Intensif Monitoring Pohon yang Berbaya

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Kejadian pohon tumbang di Jl. Samratulangi pada Selasa (9/10) lalu telah memakan satu korban meninggal dunia. Menyikapi hal ini, Dinas Pertanian Kota Bandarlampung berjanji akan lebih intensif dalam memonitoring pohon-pohon di Bandarlampung yang dinilai membahayakan.

Melalui Kabid Pertamanan Veni Defialesti, Kepala Distan Agustini menyatakan pihaknya akan lebih mengintensifkan peninjauan di lapangan terkait pepohonan yang dianggap membahayakan.

“Tentunya kita akan lebih intensif lagi monitoring di lapangan. Kami sebenarnya sudah ada tim untuk monitoring di lapangan. Kalau ada pohon yang terlalu rindang kita pangkas, kalau ada yang kira-kira membahayakan kita tebang, dan ada juga pemulihan, pohon yang ditebang itu diganti yang baru,” ujar Veni saat dihubungi, Kamis (11/10).

Mengenai insiden di Jl. Samratulangi lalu, Veni menjelaskan, karena di lokasi tersebut banyak pedagang sehingga pihaknya kadang mengalami kesulitan saat hendak melakukan penataan. Padahal kalau terjadi apa-apa mereka juga nanti yang akan terkena dampaknya.

“Jadi ya sama-sama menjaga lah, mau berbuat untuk kepentingan bersama. Kita juga minta kerjasama seluruh masyarakat agar dapat menginformasikan apabila ada pohon yang dianggap membahayakan di lingkungan sekitar,” katanya.

Biasanya, terang Veni, ada juga pohon yang fisiknya terlihat baik, namun sewaktu-waktu dapat tumbang karena adanya pergerakan tanah yang disebabkan galian dan lain sebagainya. Juga adanya faktor alam seperti hujan dan angin kencang.

“Hal-hal itu yang kadang tidak terdeteksi oleh kita,” pungkasnya. (jef/hkw)