. . .

Dispusarda Metro Hapus Denda Member yang Bandel

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro menghapus sanksi denda bagi anggota atau member perpustakaan Metro yang terlambat atau belum mengembalikan buku pinjamanya alias bandel.

Diketahui dari tahun-tahun sebelumnya sanksi membayar denda berupa uang Rp 200 per hari diberatkan bagi member yang terlambat mengembalikan buku pinjaman dari batas waktu yang sudah ditentukan.

Dari data yang dihimpun, penghapusan denda ini diupayakan untuk meningkatkan minat kunjung perpustakaan. Syachri Ramadhan selaku Kadispusarda Kota Metro menjelaskan penghapusan denda tersebut diberlakukan sejak bulan Januari 2018.

“Penghapusan denda ini salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kota Metro, baik itu pelajar dan mahasiswa maupun umum,” kata Syachri, Kamis (19/7).

Menurut dia, belum adanya peraturan daerah yang mengatur penerapan sanksi berupa denda sehingga denda harus dicabut.

Dari penelusuran, sanksi denda memang memberatkan member. Bagi member yang tunggakan dendanya banyak, justru enggan untuk datang ke perpustakaan.

Bambang (23) mahasiswa IAIN salah satu mantan member Dispusarda Kota Metro mengatakan, dirinya mengakui denda justru menurunkan antusiasnya ke perpustakaan.

“Saya ragu mau memulangkan buku, karena saya punya denda yang harus dibayarkan. Kalau sekarang dendanya sudah ditiadakan saya lebih setuju, saya akan memulangkan bukunya,” katanya.

Meskipun denda sudah tidak diberlakukan, namun bukan berarti sanksi dihapuskan. Bagi member yang belum memulangkan buku, maka akan diberikan sanksi berupa blacklist dan tidak diperkenankan meminjam buku sebelum buku yang dipinjam sudah dipulangkan.

Saat ini minat baca dan minat kunjung ke Perpustakaan Metro mengalami peningkatan. Perhari bisa mencapai 300 pembaca bahkan jika awal musim tahun ajaran baru dimulai pengunjung mencapai 400 orang. (suf/hkw)