Disparbud Lamsel Siap Bertanggungjawab

Ada Pembiaran Fasilitas di tempat objek wisata

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA-Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) nampaknya harus lebih serius menangani fasilitas di tempat objek wisata yang sudah dibangun tapi terbengkalai.
Pasalnya, selain Dermaga Wisata di Desa Banding terdapat juga bangunan Dermaga Penambatan perahu yang dibangun oleh pihak Desa Canggu, Kecamatan Rajabasa turut menjadi terbengkalai.

Meski Dermaga Penambatan Perahu dibangun melalui dana PNPM, namun bangunan tersebut rencanya untuk Dermaga fasilitas umum dengan tujuan meraih simpati para wisatawan untuk dapat berhenti menimati objek wisata pantai Setigi tersebut.

Selain itu, fasilitas diobjek wisata pemandian Waybelerang, Kalianda terlihat bangunan pada bagian atap yang menggunakan rangka baja mulai kropos dan nyaris rubuh karena tidak kuat menahan uap belerang.

Hal ini juga menimbulkan suatu pertanyaan yang besar, kenapa semua fasilitas yang dibangun seakan menjadi sia-sia. Kemudian, apakah sebelum melakukan pembangunan tanpa perecanaan yang baik, atau pembangunan itu dipaksakan. Sehingga, fasilitas yang dibangun menjadi tidak bermanfaat dan sia-sia.

Menanggapi banyaknya fasilitas ditempat objek yang terbengkalai, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan Fauziah Arief angkat bicara menurut dia terkait terbengkalainya bangunan yang didirikan oleh Disparbud di Desa Banding Kecamatan Rajabasa pada tahun 2012 lalu, memang di bangun oleh pihak Dinas Pariwisata.

Kendati demikian, pihak Dinas Pariwisata tetap akan menindaklajutinya secara bertahap, mengingat bangunan tersebut mengatasnamakan Dinas Pariwisata.

“Kami akan tetap bertanggungjawab, tapi untuk menjelaskan secara detilnya saya tidak punya kewenangan, yang jelas saya akan menghubungi masyarakat disana terlebih dahulu aspirasi mereka seperti apa terhadap bangunan tersebut,” kata Fauziah, yang mengakui pembangunan itu bukan dibawah kepemimpinan dia, saat dihubungi, Rabu (1/3).

Ditanya apa upaya dari Disparbud Lamsel sendiri terhadap banyaknya bangunan yang terbengkalai itu, Fauziah tidak bisa berbuat banyak sebelum mendengarkan apa keinginan dari warga setempat.

“Kalau warganya minta dilakukan perbaikan atau dibangun kembali, ya kami siap saja. Nanti akan dianggarkan di APBD-P, makanya kami belum bisa berkomentar banyak sebelum menemui warga terkait hal ini. Rencanaya, dalam waktu dekat ini kami akan bersilahturami dengan warga setempat,” ujar dia.

Yang jelas, ditambahkan dia apapun aspirasi dari warga sekitar objek wisata tersebut akan kami tampung dan ditindak lanjuti.

“Namun, yang mesti diingatkan kepada masyarakat.Jangan sampai setelah dilakukan perbaikan atau dibangun kembali menjadi terbengkalai tampa pengelolan yang baik,” kata dia.

Sementara itu, Camat Rajabasa Sabilal mengaku perihatin terhadap fasilitas di tempat objek wisata yang dibangun oleh pemerintah menjadi mubazir.

“Sangat kita sayangkan, bangunan yang sudah menghabis anggaran yang tidak sedikit itu, kini menjadi tidak bermanfaat,” kata dia.

Oleh karena itu, ditambahkan dia pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Satker mengenai langkah apa saja yang akan dilakukan agar fasilitas tersebut dapat bermanfaat sesuai yang diharapkan baik itu masyarakat sendiri maupun Pemkab Lamsel.

“Penangan fasilitas ini, tidak bisa dilakukan sepihak. Tetapi, harus melibatkan semua pihak agar kedepannya tidak menjadi mubazir seperti sekarang ini,” pungkasnya.(jhn)

News Reporter