Warning: mysqli_real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:50559 Library:100131 in /var/www/vhosts/translampung.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1531 Disnakbun Kurang Aktif -
Disnakbun Kurang Aktif

TRANSLAMPUNG.COM- KAMPUNG TERNAK-Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Lampung Tengah (Lamteng) kurang proaktif ke bawah terkait dengan Program Kampung Ternak yang telah digaungkan Bupati Lamteng Dr. Ir. Hi. Mustafa. Dinas tersebut terkesan pasif karena hanya menunggu dan menerima laporan dari bawah.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Lamteng Taruna Bifi Koprawi juga sulit untuk ditemui Radar Lamteng dengan berbagai alasan untuk dikonfirmasi mengenai hal tersebut.

Disamping itu, tidak ada koordinasi antara Dinas Peternakan dan Perkebunan Lamteng dengan camat. Sehingga, program yang digaung-gaungkan Bupati Mustafa tersebut bisa berakibat jalan di tempat.

Beberapa camat bahkan tidak mengetahui adanya Program Kampung Ternak. Seperti diungkapkan Camat Seputihagung Sariman. Dia mengaku tidak mengetahui ada program Kampung Ternak yang sempat disampaikan Bupati. Sebab, tidak ada koordinasi dari dinas terkait dalam hal ini Dinas Peternakan dan Perkebunan Lamteng.

Sama halnya dengan Camat Kotagajah Muliwan yang mengaku belum ada pertemuan antara kecamatan dengan Dinas Peternakan dan Perkebunan Lamteng terkait program Kampung Ternak. Seharusnya, Dinas Peternakan dan Perkebunan bisa proaktif ke bawah untuk menjelaskan program tersebut.

Jika program Kampung Ternak bisa dimasukkan dalam Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) akan baik. Namun, menurut Muliwan, Dinas Peternakan perlu memberikan penjelasan ke bawah agar pihak kampung bisa paham dan mengerti terkait dengan usaha ternak yang akan dijalani.

“Karena bicara BUMK itu bukan sekedar membuat kandang dan membeli dua ekor sapi. Kalau hanya seperti itu namanya pemeliharaan. Tapi, ini kan berbentuk BUMK jadi harus ada sosialisasi ke kampung dan memberikan penjelasan bagaimana dalam mengembangkan ternak sapi sehingga bisa menghasilkan. Harus ada konsep ternak yang bagus yang perlu disampaikan dari Dinas Peternakan,” tegas Muliwan, Senin (6/3).

Masih menurut Muliwan, hingga saat ini belum ada sosialisasi tentang program Kampung Ternak di Kecamatan Kotagajah dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Lamteng.

“Jadi, harus diinformasikan lebih dulu dari Dinas Peternakan kalau ada program Kampung Ternak. Perlu ada kejelasan, sehingga masyarakat sebagai penanggung jawab program tidak sembarangan dalam menjalankan usaha dan outputnya jelas,” tandasnya.(jar/rid/tnn)

News Reporter