. . .

Diskes dan TNI, Stop Buang Air Besar Sembarangan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PANARAGAN – Membudayakan kebersihan adalah dasar dari hidup sehat. Itu, menjadi misi dan visi Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung dan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) setelah sebelum selama ini.

Hal tersebut disampaikan dalam Deklarasi Stop buang Air Besar sembarangan (OPEN DEFECATION FREE/ODF) di halaman Koramil 412-01 Tiyuh (Desa) Tirta Makmur Kecamatan Tulangbawang Tengan (TBT) Kabupaten Tubaba pada (14/11) pukul 09:00 WIB.

Bedasar pantauan Tranalampung.com, tanpak hadir dalam Deklarasi tersebut. Danramil 412-01 TBT Kapten Arh Edi Subaryat. Kapolsek TBT di Wakili Oleh Babinkamtibmas Aipda Supriyanto. Ketua Tim Verifikasi Diskes Prov lampung Berta Sitepu. Sekertaris Diskes Pemkab.Tubaba Majril A.md. Camat TBT Hi.Nur Muhammad.S.Sos, serta aparat Tirta makmur dan Panaragan Jaya Utama.

Menurut Ketua Tim Verifikasi Diskes Provinsi Lampung Berta Sitepu mengatakan. Stop BABS ingin mendorong masyarakat meninggalkan perilaku berisiko melalui peningkatan sanitasi yang layak. Ada empat kategori penyakit yang terkait dengan air yaitu. Pertama, air minum yang mengandung patogen dapat  mengakibatkan penyakit diare. Kedua, kurangnya air higienis untuk mandi dan mencuci menyebabkan penyakit jamur atau kudis. Ketiga, bibit penyakit yang memiliki siklus hidup melalui air seperti Schistosomiasis. Keempat, vektor yang hidupnya bergantung pada air, seperti malaria dan demam berdarah.

”  Hasil kajian tentang kualitas air minum di Indonesia ialah masih banyak masyarakat yang mengambil air dari air permukaan atau air tanah yang mengandung bakteri E coli karena tercemar oleh tinja manusia. Akibatnya, biaya tinggi harus dikeluarkan untuk mengolah air tersebut sehingga layak minum.” Kata Berta, dalam sambutannya saat dikutip translampung.com.

Lanjut dia, sanitasi buruk juga menimbulkan dampak, seperti mengakibatkan stunting atau pendek. Indonesia merupakan negara dengan stunting terbesar kelima di dunia. Sebanyak 28 persen anak balita Indonesia mengalami stunting, menurut Studi Pemantauan Status Gizi Kemenkes 2016. Bukan hanya kurang makan, melainkan kesehatan lingkungan secara tidak langsung pun memunculkan stunting akibat munculnya penyakit cacingan dan kurang gizi.

“Saya mengharapkan usaha sanitasi khusus nya jambanisasi perlu kepedulian semua unsur masyarakat termasuk TNI-POLRI dalam membantu juga mengkontrol itu semua untuk masyarakat dalam hidup sehat dengan pentingnya Jambanisasi yang Sehat agar masyarakat Indonesia dapat sehat sepanjang Masa.” Katanya.

Hal senada diamini oleh Danramil 412-01 Kapten Arh Edi Subarya. Adapun Tujuan ini adalah agar Apa yang menjadi dasar kita dalam hidup sehat, karena apa yang menjadi perintah Agama kita baik itu Agama Islam, Kristen, Hindu dan Budha adalah mengajarkan kita dalam hidup sehat sebagai bekal Untuk diri kita Pribadi dan lingkungan.

” TNI dan Polri khususnya babinsa dan Babinkamtibmas siap membantu pendampingan dan monitoring seperti yang sudah dilaksanakan selama lebih kurang 4 tahun berjalan.” Imbuhnya (Dirman)