Diskes dan BBPOM Diminta Pelototi Peredaran Mie Berbahan Babi

0
339
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Bandalampung telah membentuk tiga tim untuk mengawasi peredaran Mie Samyang yang mengandung babi di Lampung. Dari hasil pengawasan di sejumlah supermarket di Kota Tapis Berseri, belum ditemukan mie dengan merek yang dicurigai mengandung babi.

Menurut Humas BBPOM Bandarlampung Tri Suryanto, dari hasil pengawasan pihak BBPOM pada Minggu malam belum ditemukan beredarnya mie Samyang yang empat jenis mengandung babi.

“Kalau yang mengandung babi kan ada Samyang (Mie Instan U-Dong), Samyang (Mie Instan rasa Kimichi) sNongshum (Mie Instan Shin Ramyun Black), dan Ottogi (mie Instan Yeul Ramen),” katanya, Senin (19/6) lalu.

Menurutnya jika selain empat jenis mie ini untuk izinnya legal dan boleh dijual belikan karen*a tidak mebgandung babi. “selain empat jenis ini boleh dijual karena kandungan babinya tidak ada,” katanya.

Jika masyarakat mendapati adanya mie instan empat jenis tersebut harus segera melaporkan kepada BBPOM untuk ditindak lanjuti dna dilakukan penyitaan.

“Perlu diketahui yang mengandung babi ada empat jenis. Jadi jika warga melihat masih ada yang beredar, maka segera hubungi BPOM untuk dilakukan penyitaan,” Tri Suryanto mengimbau.

Sementara pengawasan di Bandarlampung di beberapa supermarket belum ditemukan keempat jenis mie tersebut.

Sementara, Walikota Bandarlampung Herman HN menyatakan tidak memperbolehkan peredaran mie yang mengandung bahan babi di kota yang ia pimpin.

“Tidak boleh (mie) itu diedarkan di Bandarlampung,” seru walikota.

Herman HN meminta BBPOM segera memusnahkan mie jenis yang mengandung babi itu. Lalu Dinas Kesehatan bekerjasama dengan BBPOM juga diminta untuk mengawasi dengan ketat.

“Coba tanya yang mana saja yang mengandung babi. Jangan boleh diedarkan di Bandarlampung,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan BBPOM terkait pengawasan mie instan yang mengandung bahan babi.

“Kami koordinasikan dengan BBPOM untuk tindaklanjut dan pengawasan peredaran mie ini,” singkat Edwin.(jef)