Dishut Adakan Family Gathering Rimbawan Lampung di Tahura Wan Abdul Rachman

0
376
views
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo terus berupaya memajukan pariwisata Lampung khususnya yang berhubungan dengan kehutanan. Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung mengadakan Family Gathering Rimbawan Lampung bertempat di Youth Camp Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Padang cermin, Pesawaran, Minggu (24/04/2016).
Acara dihadiri lebih kurang 500 orang Rimbawan Lampung beserta keluarga, baik yang bertugas di Dinas Kehutanan, juga pensiunan, Ipkindo (Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia) dan Persaki (Persatuan Sarjana Kehutanan Indonesia) Daerah Lampung.
Family gathering rimbawan lampung ini dikemas dalam kegiatan bernuansa melayu, yang dicirikan dengan pakaian yang digunakan diantara kemeja panjang, sarung dan peci. Nuansa ini sengaja diciptakan guna mendukung program youth camp tahura wan abdul rahman sebagai bumi perkemahan berciri melayu. “Ke depan bumi perkemahan ini akan menjadi tempat kegiatan berbagai aktivitas di alam terbuka bagi generasi muda baik lingkup lampung, sumatera, bahkan rumpun melayu,” tegas Sutono, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung di lokasi kegiatan.
Soft-launching hari Minggu ini (23/04), Dinas Kehutanan Provinsi Lampung turut mendukung pariwisata dan pembinaan generasi muda seperti yang diarahkan oleh Gubernur Ridho Ficardo. Peserta kegiatan nantinya dapat menikmati keindahan dan keasrian hutan di Tahura dengan berbagai jenis flora dan fauna, termasuk air terjun. Fasilitas yang dimiliki akan terus ditingkatkan sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Saat ini jalan setapak mengelilingi sudah dipaving, tersedia juga aula, tapak perkemahan, tempat pertunjukan, mushola, mck.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan Kepala Dinas Kehutanan, dilanjutkan dengan siraman rohani oleh ustadz Sutino Sasmito, penanaman bibit pohon, lomba anak-anak dan orang tua.
Kegiatan ini juga dalam rangka untuk meningkatkan tali silaturahim antar-rimbawan Lampung dan memperingati hari bumi. Di akhir acara dilaksanakan makan bersama secara riungan memanjang koridor dari tempat pertunjukan di atas hingga aula. Makan bersama bernuasa adat ini sangat unik dan jarang ditemukan di tempat terbuka seperti di Tahura kali ini. Hadir juga dalam makan bersama komunitas sepeda gunung yang kebetulan berkunjung ke tahura.
Tadabur alam, menjadi hal penting dalam upaya meningkatkan syukur kepada Allah SWT. Alam yang indah, hutan yang asri, gemericik aliran air, aneka kicauan burung merupakan rahmat Illaihi Robbi. Rahmat akan menjadi nikmat bila kita mampu mengelola dan mengembangkan karunia Allah SWT memberikan manfaat bagi banyak pihak. Wujud syukur adalah dengan meningkatkan rahmat menjadi nikmat, demikian penggalan tausiah di kegiatan bernuansa Melayu.
Peserta family gathering dengan berbagai warna pakaian bernuansa melayu sangat berbeda dengan acara yang ada selama ini. “Mirip lebaran, suasana hari ini mirip sekali lebaran di tahura,” ungkap Sutono dalam penjelasan.
Ini menjadi langkah awal dalam pengembangan Tahura, khususnya youth camp menjadi bumi perkemahan berciri Melayu. Ada kekhasan yang akan dikembangkan di area ini, misal ada kafe yang berada di aliran sungai dengan gemericik airnya, ada rumah pohon, ada tempat foto selfie khas tahura. Ini semua akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Lampung. (rls)

LEAVE A REPLY