Dishub Tanggamus: Belum Ada Penurunan Tarif Angdes

0
537
views
KOTAAGUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tanggamus sampai saat ini belum memutuskan penurunan tarif angkutan desa (angdes) secara resmi. Meskipun tarif bahan bakar minyam (BBM) sudah mengalami penurunan harga.‎
Kepala Dishub Tanggamus Hamid H. Lubis mengatakan, belum adanya keputusan penurunan tarif angdes, lantaran sampai saat ini di tingkat pusat dan provinsi belum menurunkan tarif angkutan umum.
“Polanya bertahap, dari pusat dulu untuk tarif Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Lalu tingkat provinsi berupa penurunan ongkos Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), dan barulah kabupaten/kota dengan penetapan tarif angkutan desa yang ada di dalamnya,” ujar Lubis, belum lama ini.
Ia mengaku, memang tidak bisa membuat keputusan sendiri untuk skala daerah. Sebab tidak ada dasar hukumnya serta patokan penurunannya. Apabila ada putusan dari pusat, di dalamnya akan diketahui presentase penurunan. Itulah yang jadi patokan.
“Persentasi penurunan itulah yang akan kami gunakan, itu yang diikuti. Jadi tidak bisa sembarangan asal diturunkan. Tetapi ada rumus perhitungan penurunan tarifnya,” ujar Lubis.
Dia berharap, dengan penurunan ini pemilik angkutan desa dan sopir mau bertoleransi. Jangan memaksakan tarif tetap seperti semula, apabila ada keluhan dari penumpang. Sebab penumpang juga ingin menikmati turunnya BBM melalui turunnya tarik angkutan.
“Sama-sama saling mengerti saja, jangan sampai otot-ototan bahkan ribut. Sebab pihak angkutan dan penumpang sama-sama rugi kalau ribut sendiri,” terang Lubis.

Mantan Kabag Humas itu menambahkan, penetapan tarif secara resmi, adalah untuk mencegah munculnya pertikaian antara angkutan dengan penumpang. Pemerintah pun menetapkan tarif berdasarkan musyawarah dengan pemilik angkutan dan organisasi pemilik angkutan. Dasarnya harga BBM serta harga suku cadang.

“Dan untuk saat ini memang harga suku cadang belum bisa dikatakan turun, sehingga berat jika tarif diturunkan. Meski demikian, pemerintah tetap berpihak kepada penumpang atau masyarakat dengan tidak merugikan pihak angkutan,” sebut Lubis.
Selama ini angdes di Tanggamus menerapkan tarif bervariasi antara Rp4.000 hingga Rp10.000 tiap trayek. Lalu disesuaikan dengan jarak jauh-dekatnya naik angkutan. Sedangkan untuk penumpang pelajar, tarif yang diberlakukan antara Rp2.000 hingga Rp4.000 tiap trayek yang lantas disesuaikan dengan jaraknya.‎ (ayp)

LEAVE A REPLY