Warning: mysqli_real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:50559 Library:100131 in /var/www/vhosts/translampung.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1531 Dishub Kota Bandarlampung Kroscek Keberadaan Food Truck -
Dishub Kota Bandarlampung Kroscek Keberadaan Food Truck

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Dinas Perhubungan (Dishub) Bandarlampung segera melakukan pengecekan adanya keberadaan Food Truck yang berjualan di wilayah Kota Bandarlampung.

Kepala Dishub Bandarlampung Ibrahim menyatakan, keberadaan Food Truck memang boleh saja, karena memang untuk tempat berjualan, namun ia menyarankan jangan sampai parkir Food Truck sampai memakan badan jalan, sehingga menimbulkan kemacetan.

“Untuk parkir Food Truck harus di lihat keberadaanya, kalau memang berada di jalan yang sempit, dan memakai tempat di perempatan jalan, hal ini melanggar karena menimbulkan kemacetan,”ujar Ibrahim.

Ia menyatakan, Dishub pun segera melakukan pendataan , mana saja keberadaan Food Truck yang tidak sesuai, atau berjualannya memakan badan jalan.

“Kami akan melakukan pengecekan, karena selama ini aktifitas berjualan Food Truck tidak terpantau, jika memang berada di kawasan yang salah, akan kami tertibkan,”kata dia.

Sebelumnya, Masyarakat dan pedagang yang berada di lokasi sepanjang jalan Brigjen Katamso, Tanjungkarang, Bandar Lampung mengeluhkan keberadaan food truck yang berjualan memakai sebagian badan jalan. Padahal dalam prakteknya berdagang menggunakan badan jalan atau trotoar telah jelas dilarang dalam Perda Kota Bandar Lampung.

Ayu, pemilik warung makan di sepanjang jalan tersebut, mengatakan food truck sama-sama menjual makanan, pihaknya dirugikan.“Otomatis kami dirugikan, karena sewa ruko mahal sampai Rp20juta, sementara yang jualan makanan sama kami itu tidak membayar sewa ruko dan berada di badan jalan,” keluh Ayu.

Pihaknya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menertibkan lapak berjalan tersebut karena meresahkan pedagang lainnya yang sudah tertib berdagang dan tidak menggunakan badan jalan.

“Pemkot jangan berdiam diri, parkir saja kan tidak boleh dibadan jalan. tapi ini sudah sampai tiga bulan berdagang di lokasi itu, apa dasarnya” tegasnya.

“Kami minta Pemkot tegas, tidak tebang pilih. Kalau liat di media, banyak PKL ditertibkan, tapi kok ini jualan pakai mobil tidak ditertibkan,” tambahnya.

Program UMKM Provinsi Sementara itu keluarga pemilik food truck tersebut, Deni saat dikonfirmasi mengatakan kendaraan tersebut merupakan salah satu program UMKM pemprov Lampung.

“Itu kan program UMKM provinsi, punya saudara saya memang dia minta tolong disitu,” kata Deni.

Menurutnya lokasi berjualan tersebut telah dijalaninya selama 2-3 bulan, ia juga mengaku telah mendapatkan izin dari Dishub dan Pol PP Kota Bandar Lampung. “ya kita juga gak permanen disitu, sudah izin sama kadishub lama Pak Kadek. dan juga Pol PP dan kepala sekuriti setempat,” imbuhnya.

Mengenai pelanggaran perda yang dilakukan pihaknya, juga memancing pedagang lain untuk berjualan di badan jalan. Deni mengaku pihaknya telah menanyakan jika lokasi tersebut bisa dipakai.

“Ya kami ini kan berinovasi mobil tempat jual makanan. Sudah menanyakan lokasi tersebut ternyata belum berfungsi dan hanya untuk parkir motor diluar. Makanya dibolehkan oleh dishub kota,” jelas PNS Dishub Provinsi Lampung ini.

Pihaknya juga belum melakukan pembayaran retribusi sewa tempat dikarenakan belum jelasnya keuntungan yang didapat.

“Selama ini kan baru hitungan bulan, kita ujicoba dulu apakanh menguntungkan. jadi belum dikenakan retribusi sementara ini,” pungkasnya.(jef)

News Reporter