Disdikbud Pesawaran Belum Miliki Anggaran

0
772
views

Bantuan Perbaikan Sekolah Pasca Banjir

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran mengaku belum bisa berbuat apa-apa terkait bencana banjir yang melanda di wilayah Pesawaran yang sempat merusak beberapa sekolah yang ada di tujuh kecamatan di Bumi Andan Jejama.

Dari tujuh kecamatan yang di landa banjir ada 22 sekolahan yang terendam namun hanya ada tujuh Sekolahan yang mengalami kerusakan serta Alat Tulis Kantor (ATK) juga tak luput dari bencana tersebut.

Menurut kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran Fauzan Suaidi mengatakan bahwa data yang di himpun oleh Disdikbud saat ini sebanyak 22 sekolah yang terendam dan ada 7 sekolahan yang mengalami kerusakan namun hanya tembok sekolahan yang roboh yang ada di 4 kecamatan di antaran kecamatan Way Khilau,Kecamatan Negri Katon, Kecamatan Way Lima, Kecamatan Kedondong dan Kecamatan Gedong Tataan.

“Semua laporan sudah masuk kekita namun saat ini Disdikbud ditahun 2017 ini,tidak memilki anggaran untuk memperbaki sekolah-sekolah yang rusak,” kata Fauzan Suaidi saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (28/2).

Menurut Fauzan bahwa untuk memperbaki sarana pendidikan yang rusak akibat bencana banjir ini,pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa,mengingat anggaran untuk membantu bencana banjir tersebut di tahun ini tidak tersedia.

“Setelah kita Istimasi kurang lebih untuk memperbaki sekolah yang rusak itu,kita membutuhkan dana sekitar Rp 1 milyar lebih,itu belum termasuk sekolah TK ,Namun untuk tahun ini belum bisa kita lakukan,karena anggarannya tidak ada,” ucapnya.

Dijelaskannya untuk sementara waktu,sambil menunggu bantuan dari pusat turun,pihaknya selaku Kepala Dinas Pendidikan,menyarankan kepada para kepala sekolah yang sekolahnya mengalami kerusakan sebaiknya dapat segera mengambil sikap.

“Sekarang ini kita masih mengajukannya ke pusat,kalau pun nantinya tidak juga diakomodir,saya sarankan sebaiknya para kepala sekolah dapat mensiasatinya,dengan menggunakan dana bos,” pintanya.

Sedangkan,mengenai ATK dan Mobiler yang rusak akibat terendam banjir,pihaknya menyerahkannya ke pihak BPBD untuk dilakukan pendataan.

“Terkait ATK dan Mobiler yang rusak kita sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD,selaku koordinator,semuanya kita serahkan kesana untuk didata kemudian dilaporkan ke pusat, sebab kalau sekarang ini tentunya ditahun 2017 anggarannya sudah terbahas dan dananya tidak masuk didalam program ditahun ini,” kata dia.

“Tidak mungkin kita robah,kalau pun akan kita robah,semua akan berubah,paling di APBD Perubahan,kalalupun diperubahan juga tidak bisa ya terpaksa di APBD Murni 2018,” pungkasnya.(ydn)