. . .

Direktur Eksekutif LK 21 Provinsi Lampung Minta DLH Pesawaran dan DLH Provinsi Tindak Tegas PT.PSIL

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN – Direktur Eksekutif Lembaga Konservasi 21 ( LK 21) Provinsi Lampung Edi Karizal meminta ketegasan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pesawaran dan DLH Provinsi Lampung terkait adanya dugaan pencemaran lingkungan yang di lakukan oleh pihak PT Pangan Sumber Inti Laut (PT.PSIL) yang berada di Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran.

Menurut Edi Karizal bahwa dalam hal ini DLH Kabupaten dan pihak DLH Provinsi Lampung harus melakukan tindakan tegas kepada pihak perusahaan yang melakukan pelanggaran dengan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang melakukan dugaan pencemaran lingkungan tersebut .

“Kalau saya nilai pihak DLH Pesawaran dan DLH Provinsi Lampung ini kurang tegas menyikapi hal ini, karna dalam pengelolaan Intalasi Pengelolaan Limbah (IPAL ) oleh perusahaan harus benar-benar  di monitor jangan sampai sudah terjadi apa-apa baru mengambil tindakan, karna adanya masalah di bisa berdampak buruk bagi lingkungan ,” kata Edi Karizal saat di hubungi, Selasa (16/10/2018).

Apalagi lanjut Edi Karizal dalam penanganan limbah yang di hasilkan oleh pihak perusahaan ini tidak melalaui proses pengelolaan IPAL dengan benar karna dalam pembuangan hasil limbah ini proses nya harus melalui penyaringan melalui IPAL sebelum hasil penyaringan itu di buang kealam terbuka tapi nyatanya dalam hal ini pihak perusahaan tersebut tidak melakukannya dan jelas yang di lakukan oleh pihak perusahaan ini telah melanggar hukum jadi harus di tindak tegas.

“Nah,harusnyakan DLH Pesawaran dan DLH Provinsi Lampung profesional dalam menangani hal ini dan memberi tindakan tegas agar bisa memberi contoh kepada perusahaan yang lainnya karna dalam hal ini proses pembuangan limbah yang di lakukan pihak perusahan tersebut,”jelasnya.

Artinya, lanjut mantan Ketua Watala Lampung priode 2016-2018 ini menjelaskan bahwa dalam hal ini pihak pemerintah baik dari kabupaten dan provinsi dalam hal ini yakni DLH tidak memperhatikan masalah ini dan jangan hanya memberikan warning kepada pihak perusahaan yang telah melanggar tapi harus memberikan tindakan tegas berupa sanksi penutupan sementara sebelum pihak perusahan tersebut mengkelola IPAL dengan benar.

“Tujuan dilakukan penutupan sementara ini supaya pihak DLH kabupaten dan Provinsi bisa memberikan contoh yang baik kepada perusahaan yang lainya dalam menyangkut pengelolaan IPAL yang baik dan benar ,”tegasnya.

Berita sebelumnya tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesawaran menemukan adanya keteledoran yang di lakukan oleh pihak PT Pangan Sumber Inti Laut (PT.PSIL) lataran Instalasi Pengelolaan Limbah (IPAL) yang dimiliki oleh pihak perusahaan ini di duga kurang maksimal.

Sehingga adanya dugaan pencemaran lingkungan yang di keluhkan oleh sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar gudang perusahaan ini.

Keteledoran yang di lakukan oleh pihak perusahaan yang bergerak dalam bidang  mengelola kepiting rajungan dan udang ini, berdasarkan hasil temuan tim DLH yang melakukan peninjauan langsung kelokasi PT.PSIL yang berada di Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran  pada Selasa 9 Sepetember 2018 lalu.

Tim DLH yang terdiri dari kabid pengendalian DLH Pesawaran, Danon Kasi pengawasan Rizali, dan Kasi Gakum DLH Pesawaran beserta tim lainnya telah menemukan bak terakhir pembuangan limbah tersebut tidak di buat secara permanen oleh pihak perusahaan sehingga limbah yang di hasilkan dari perusahaan tersebut menyebar di sekeliling area gudang. Serta di temukan juga kebocoran dari bak penampung sampah sisa-sisa pengolahan kepiting rajungan dan udang ini memimbulkan bau yang tidak sedap.

“Ya, pihak PT.PSIL tidak mengelola IPAL dengan baik dan ada kebocoran sisa -sisa sampah sehingga ada indikasi dugaan pencemaran lingkungan yang di keluhkan masyarakat selama ini,” kata Danon selaku Kabid Pengendalian DLH Pesawaran saat di hubungi Kamis (11/10/2018) lalu.

Menurut Danon berdasarkan hasil berita acara dari hasil tim yang langsung terjun kelokasi bawa tim DLH memerintahkan kepada pihak perusahaan agar segera melakukan pembenahan IPAL serta melakukan pembenahan tempat bak terakhir pembuangan sisa -sisa sampah tersebut.

“Kita menyarakan agar pihak perusahaan memasukan ikan dan tanaman jenis enceng gondok fungsinya agar bisa di pastikan kalau di tempat tersebut tidak ada bahan kimia yang bisa mengancam lingkungan, sedangkan untuk bau yang kurang sedap kita juga perintahkan agar bak pembungan sisa-sisa yang berada di samping gudang tersebut  harus di benahi,”jelasnya.

Lebih lanjut Danon juga menjelaskan bahwa sampai saat ini tim DLH  belum bisa menentukan apakah ada indikasi pencemaran yang di lakukan oleh PT.PSIL lataran pihaknya belum melakukan Uji Laboratorium (Lab) karna untuk melakukan pengujian tersebut harus di DLH Provinsi Lampung.

“Intinya untuk saat ini tim DLH Pesawaran memberikan warning kepada pihak PT.PSIL untuk melakukan pembenahan dan kita beri waktu selama dua minggu ini ,”ucapnya.

Dirinya juga mengatakan setelah di berikan waktu dua minggu pihak PT.PSIL untuk melakukan pembenahan,nantinya tim DLH akan turun kembali kelapangan apakah intuksi dari tim DLH Pesawaran telah di laksanakan,Namun jika tidak di indahkan juga maka tim DLH akan melakukan koordinasi dengan pihak DLH Provinsi bersama Pegawai Penyidik Negri Sipil (PPNS ) bidang DLH, untuk melakukan tidakan lebih lanjut.

“Nah, fungsi dari PPNS DLH ini nati akan melakukan penyelidikan serta akan mengambil contoh dari limbah yang di hasilkan ini, lalu akan di lakukan pengujian di Lab jadi kita harapkan supaya pihak PT.PSIL jangan menganggap hal ini sepele ,”tegasnya.(ydn)