Bisa Dipenjara dan Denda Rp 1 M

0
67
views
BALON UDARA: Polisi menggagalkan penerbangan balon udara di Gang Mayong, Wirasaba, Banyumas (jpg)

Terbangkan Balon Udara Tanpa Izin

TRANSLAMPUNG.COM, BANYUMAS – Pelepasan balon udara tanpa izin bisa mendapat ancaman pidana. Hal itu ditegaskan Sekretaris Airnav Indonesia Didiet K. S. Radityo. Aturan yang termuat dalam Undang-undang Penerbangan nomor 1/2009 sudah mengatur tentang hal itu. Namun, entah kenapa balon udara masih saja diterbangkan sampai ke jalur pesawat.

Dalam Pasal 421 ayat 2 misalnya, menyatakan bahwa setiap orang yang membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210, dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Sementara, Pasal 210 menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan  kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan. “Kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara,” ujar Didiet melalui keterangan yang diterima JawaPos.com (jpg), Minggu (2/7).

Oleh sebab itu, Airnav Indonesia terus mengingatkan masyarakat untuk tidak melepas balon udara karena akan mengganggu penerbangan. Setiap tahun Airnav pun melakukan sosialisasi dengan pemerintah daerah setempat, kepolisian, TNI, tokoh masyarakat serta LSM mengenai bahaya balon udara bagi penerbangan.

Bahkan kata Didiet, satu minggu sebelum lebaran, AirNav Indonesia telah mengirimkan surat ke Bupati dan masyarakat Wonosobo dan Banjarnegara untuk tidak menerbangkan balon udara. Diketahui, di Wonosobo dan beberapa kota di Jawa tengah terdapat tradisi menerbangkan balon udara tradisional pada masa Lebaran.

“Kami juga mengirimkan surat kepada Kapolda dan menembuskannya kepada Bapak Menteri Perhubungan dan Gubernur Jawa Tengah mengenai bahaya balon ini bagi penerbangan,” jelasnya.

AirNav Indonesia sejatinya sangat menghargai tradisi masyarakat yang sangat beragam. Namun, tradisi itu harus dilakukan sesuai dengan pola dan tata cara sehingga tidak membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Ini alasan kemanusiaan yang kami harap dipahami oleh semua masyarakat, sehingga tradisi pelepasan balon dilakukan dengan tata cara dan pola yang disesuaikan dengan aturan keselamatan penerbangan,” sebut dia.

Didiet menyatakan, adapun aturan penggunaan balon udara terdapat dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 09 Tahun 2009 tentang CASR Part 101 yang mengatur mengenai moored baloons, kites, unmanned rockets and unmanned free baalonns. Pada aturan ini, ada kategori balon yang tertambat (moored baloons) dan balon tanpa awak (unmenned free balaloons).

Secara umum dalam aturan tersebut, untuk pengoperasian moored baloons lebih dari 150 kaki diatas permukaan bumi, 24 jam sebelum beroperasi harus memberikan informasi kepada Ditjen Perhubungan Udara dan unit ATS terdekat.

Balon udara tradisional yang diterbangkan di Jawa Tengah dapat dikategorikan unmenned free balaloons, sebab tanpa awak. Untuk pengaturan unmenned free balaloons secara umum menyatakan bahwa seseorang dilarang mengoperasikan unmenned free balaloons kecuali mendapat hak dari ATC, dibawah 2000 kaki di atas permukaan bumi yang berada di dalam batas sisi ruang udara kelas B, Kelas C Kelas D, atau Kelas E di sekitar bandar udara.

Pengoperasian unmenned free balaloons harus diinformasikan kepada Ditjen Perhubungan Udara dan ATS Unit terdekat dalam waktu 6 sampai dengan 24 jam sebelum pengopesian. “Jadi ada aturan dan tata cara yang harus dipenuhi bersama,” terang Didiet.

Sementara bagi para pilot, Didiet mengimbau untuk memperhatikan NOTAM yang sudah diterbitkan dan meningkatkan kewaspadaan akan bahaya Balon Udara baik siang dan malam hari. “Bila secara visual melihat keberadaan balon udara, segera melaporkannya saat itu juga pada ATC tentang perkiraan ketinggian dan arah balon udara tersebut,” pungkasnya. (dna/jpg)