Dinas PU Akui Ada Kelalaian dan Kurang Pengawasan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – PASCA retaknya bagian Flyover Jalan Pramuka-Jalan Indra Bangsawan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung memastikan, fly over tetap bisa digunakan, karena keretakan tidak mempengaruhi kontruksi yang ada.

Kabid Bina Marga Dinas PU Bandarlampung, Syamsul Rahman mengakui lalai dan kurang pengawasan dalam pembangunan fly over Pramuka. Pernyataan itu menyusul patahnya pelat beton penyangga cor-coran jembatan layang tersebut.

“Ada kelalain dan kurang pengawasan, kemungkinan pada saat pengecoran atau pasang besi, dia retak,” kata Syamsul didamping Kabag Humas Pemkot Bandarlampung Paryanto, di ruang kerja humas setempat, Rabu (14/3).

Syamsul menjelaskan, patahnya pelat beton penyangga cor-coran itu secara teknis tidak mempengaruhi stuktur bangunan fly over tersebut.

“Itu bukan struktur tapi penahan, secara tekhnis tidak mempengaruhi, tapi secara estetika jelek kelihatannya,” kata dia.

Namun demikian, pihaknya tetap meminta pengembang segera memperbaikinya. Karena jika dibiarkan akan berakibat fatal.

“Kalau strukturnya yang pecah atau patah, aspalnya turun, tapi itu kan gak turun. Kalau memang dibiarkan ya lama-lama bisa ambruk juga. Tapi kalau hanya patah plat beton penahan cor (asiplit),” kata dia.

Menurut Syamsul, pengembang fly over tersebut masih bertanggungjawab atas pemeliharaannya hingga akhir Juni mendatang.

Pihaknya juga mengaku terimakasih kepada masyarakat dan pihak kepolisian yang telah memberitahukan adanya keretakan pada fly over.

“kalau nggak dikasih tau itu bisa bikin bahaya, karena kalau sampai jatuh menimpa warga, kan bisa jatuh korban,” tutur dia. (jef/hkw)

News Reporter