Dinas Pertanian Waykanan Berharap Petani Padi Tak Alami “Fuso”

TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU –

Dinas Pertanian kabupaten Waykanan berharap petani padi tak alami gagal panen (Fuso), akibat dihantam banjir. Karenanya pihaknya akan langsung mengambil tindakan dan turun kelapangan, Guna melihat sejauh mana kerusakan yang terjadi yang di sebabkan oleh banjir. Demikian dikatakan kepala Dinas Tanaman pangan Holtikultura dan peternakan (Tphp) Kabupaten Waykanan Ir. Maulana kepada translampung.com, saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, Minggu (25/2).

Menurut Maulana, untuk sementara laporan diperolehnya dari unsur UPTD kecamatan, saat ini Sawah yang terkena dampak banjir yaitu di Kecamatan Bahuga kampung Tulang Bawang seluas 50 hektar, kampung Bumi Agung 30 hektar, kampung Dewa Agung 40 hektar. Sementara di kecamatan Way Tuba kurang lebih seluas 60 hektar dari itu dikarenakan belum termasuk sawah yang berada dikecamatan lain karena saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan secara Rinci sesuai fakta dilapangan. 

“Saat ini Kondisi padi saatnya panen, apabila dalam 2×24 jam air tidak surut dapat dipastikan ada kerusakan/fuso terhadap padi, dan sebaliknya mudahan bisa terselamatkan,” Kata Maulana

Dia juga menjelaskan Bagi petani  peserta asuransi usaha tanaman padi (AUTP) yang lahan atau padi nya mengalami kerusakan /fuso pihaknya akan segera mengklaim sesuai ketentuan, sementara itu untuk mengurangi kerugian pihaknya akan mencoba mengajukan bantuan benih dari cadangan daerah melalui dinas TPH provinsi.

Sekedar untuk diketahui, akibat tingginya curah Hujan yang melanda kawasan persawahan di kabupaten Waykana, sehingga menyebabkan terjadi banjir, diperkirakan seluas Ratusan hektar lebih sawah terancam alami kerusakan dan gagal panen. menurut informasi ada 6 kecamatan Dikabupaten Waykanan yang terkena Banjir. (migo)

News Reporter