. . .

Dinas Pangan Cek Beberapa Gudang di Bandarlampung

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Dinas Pangan Bandarlampung,  Selasa (27/11), lakukan pengecekan dibeberapa gudang pangan, pengecekan dimulai dengan mengecek gudang pangan yang ada di Sawa Brebes, kemudian gudang makanan ringan di Jalan Emir M Noer dan gudang bahan pangan di area Pasar Tamin.

“Dari hasil pengecekan kota dapati salah satunya digudang toko Ahu dijalan Srikresna, yang menjadi catatan kita pertama adalah tata laksana gudang kurang baik, produk pangan dan non pangan tercampur,” ujar Kadek usai lakukan pengecekan.

Kemudian, ditemukan juga produk pangan yang diletakan tanpa alas, selain itu ditemukan tepung cap kucing dengan ijin edarnya yang sudah tidak berlaku dari tahun 2010.

“Itu sudah ditarik dan kami perintahkan pemiliknya untuk dimusnakan,” lanjutnya.

Lalu terdapat cuka IRT (Ijin Rumah Tangga) 12 digit seharusnya 15 digit juga telah diminta untuk di stop, lalu terdapat juga kecap asin dengan nomor ijin edar telah kadaluarsa.

“Di gedung distributor makanan ringan dijalan Emir M. Noer, temuan kami penataan gudang kurang baik, terdapat produk yang diletakkan diatas aliran air kita minta untuk digeser dan dibersihkan,” Jelasnya.

Dari hasil sidak satgas pangan tersebut ada beberapa barang yang melanggar dan menjadi catatan satgas pangan serta yang diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.

“Terakhir sidak dilakukan digudang sembako milik Suwondo, distribusi barang kebutuhan pokok, dimana proses distribusi berjalan lancar, harga relatif stabil dan stok cukup, digudang cukup dan dipasar barang ada, distribusi selama ini masalah bawang dari Brebes  digudang tersebut berjalan lancar, ” kata dia.

Pihaknya juga telah meminta kepada pemilik gudang, agar barang-barang yang mendekati kadaluwarsa diletakan terpisah dan akan dimusnakan sendiri oleh pihak pengusaha, serta masih terdapat produk-produk yang dikatakan tanpa alas.

“Sasaran sidak kita menjelang akhir tahun agar stok pangan lancar, terus keamanan pangan mudah-mudahan  tidak ada barang yang tidak baik beredar di pasaran,” tutupnya. (jef)