. . .

Dinas Koprasi dan UKM Pesawaran Beri Pelatihan Pelaku UMKM

image_print

Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pesawaran, Aznan beserta jajaran berfoto bersama para peserta pelatihan pengolahan coklat.

 

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Pesawaran memberikan pelatihan pengolahan coklat menjadi produk makanan kepada kelompok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedongtataan yang dipusatkan di Aladin Baking Center and Studio Bar Pahoman, Bandarlampung, Kamis (13/9).

Dalam melaksanakan pelatihan pengolahan coklat yang diberikan kepada sekitar 25 peserta kelompok UMKM yang terdiri dari kaum perempuan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM menggandeng Aladin Mutiara Baking Center di Pahoman Bandarlampung yang memiliki workshop dan penyampai materi kegiatan pengolahan coklat yang memang ahli dibidangnya untuk pembuatan beraneka olahan makanan dengan bahan baku coklat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pesawaran Rohana Sri Hartati melalui Kepala Bidang UKM Aznan menyampaikan, bahwa pelatihan pengolahan coklat menjadi produk makanan olahan tersebut merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam menggali potensi dan produk-produk unggulan yang ada di Bumi Andan Jejama.

“Kegiatan pelatihan ini untuk lebih meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM yang telah memiliki produk-produk unggulan,” kata Aznan, Minggu (16/9.

Aznan menjelaskan bahwa, dengan adanya pelatihan kepada pelaku UMKM tersebut dapat lebih memajukan produk UMKM unggulan disetiap daerah, seperti Desa Sungai Langka yang memiliki produk unggulan coklat (kakao, red). Selain itu, pelatihan tersebut dapat menjadi bekal dan ilmu yang dapat dipraktekan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui produk-produk olahan makanan, seperti kue dengan menggunakan bahan baku coklat.

“Kami berharap pelatihan pengolahan coklat ini dapat memberikan manfaat yang nantinya dapat diterapkan diwilayah para peserta pelatihan. Selain itu, dengan adanya pelatihan ini diharapkan pula dapat memajukan produk UMKM yang menggunakan bahan baku coklat, sehingga menghasilkan produk olahan coklat dengan berbagai macam kreasi yang memiliki daya jual yang dapat menunjang perekonomian masyarakat sekitar,” harapnya.

Lebih lanjut Aznan menyampaikan, selain memberikan pelatihan kepada kelompok UMKM, Dinas Koperasi dan UKM juga telah menyalurkan peralatan kepada kelompok-kelompok UKM di 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pesawaran sesuai dengan produk-produk unggulan disetiap kecamatan.

“Selain memberikan pelatihan kepada kelompok UMKM, kami juga memberikan bantuan peralatan kepada kelompok-kelompok UMKM tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, lanjut Aznan, Dinas Koperasi dan UKM melalui Bidang UKM juga telah memberikan pelatihan kepada kelompok UMKM di 6 kecamatan, yakni kelompok UMKM pengrajin Tapis di Kecamatan Negeri Katon, kelompok UMKM Usaha Olahan Kerupuk di Kecamatan Tegineneng, Kelompok UMKM Pengrajin Belah Ketupat di Kecamatan Way Khilau, Kelompok UMKM Pengolahan Tahu di Kecamatan Kedondong, dan Kelompok UMKM Pengrajin Kebung Tirai di Kecamatan Way Lima, serta Kelompok UMKM Pengolahan Coklat di Kecamatan Gedongtataan.

“Setelah pelatihan pengolahan coklat ini, kami akan kembali memberikan pelatihan kepada kelompok UMKM diwilayah pesisir Kabupaten Pesawaran, yakni Kecamatan Teluk Pandan, Padangcermin, Way Ratai, Marga Punduh, dan Punduh Pedada. Sedangkan untuk pemberian bantuan peralatan kepada kelompok UMKM tersebut telah kami serahkan kepada masing-masing kelompok diseluruh kecamatan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pesawaran Rohana Sri Hartati juga menyampaikan, bahwa salah satu upaya Pemkab Pesawaran untuk meningkatkan produk-produk unggulan dari Kabupaten Pesawaran adalah dengan memberikan pembinaan terhadap kelompok dan para pelaku UMKM melalui Dinas Koperasi dan UKM. Dimana, dengan adanya pembinaan dan pelatihan kepada para pelaku UMKM tersebut mampu menghasilkan produk-produk unggulan di Kabupaten Pesawaran yang standar maksimal dan kualitas yang baik. Dikatakan, dalam mengembangkan hasil dan produk-produk UMKM, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Pesawaran berupaya untuk meningkatkan kualitas dari produk-produk unggulan yang ada, sehingga dapat lebih meningkatkan daya beli masyarakat. Menurutnya, hal ini juga dalam rangka menerobos globasiliasi untuk melakukan pemasaran keluar daerah, sehingga disini dituntut kualitas yang baik.

“Kita terus memacu kepada para pelaku usahan kecil menengah agar dapat lebih meningkatkan kulitasnya, jangan cukup puas dengan yang ada dan dihasilkan sekarang. Karena jika puas dengan ada yang sekarang, tidak akan dapat meningkatkan daya beli, yang pada akhirnya tidak dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Rohana Sri Hartati menyampaikan, untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan kreatif serta dapat memperkuat perekonomian daerah maka diperlukan pembinaan dan pelatihan. Namun hal tersebut juga harus mengutamakan sumber daya manusia lokal dan potensi yang ada di setiap wilayah.

“Selain untuk menumbuhkembangkan usaha kecil menengah, pemberian bantuan dan pelatihan ini bertujuan untuk mendukung penciptaan lapangan pekerjaan dan penanggulangan kemiskinan, pengurangan kesenjangan pendapatan dan peningkatan penghidupan masyarakat yang berkelanjutan,” pungkasnya (*/ydn).

CAPTION: