. . .

Dinas Kebersihan Kesulitan Atasi Kolam Limbah di TPA Bakung

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Bandarlampung mengaku kesulitan untuk menangani permasalahan kolam limbah rumah tangga yang berada di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Bakung.

Direktur PD Kebersihan Bandar Lampung, Zainul Bahri mengatakan, saat ini perusahaannya belum bisa mengambil langkah tegas untuk permasalahan kolam tinja yang membuat warga sekitar resah, karena meluap saat musim hujan.

“Kami sampai saat ini belum ada tindakan, sebab masih menunggu anggaran dari Pemerintah Pusat terkait renovasi kolam tinja lebih besar lagi,”ujar Zainul, Minggu (29/8).

Ia mengatakan, renovasi kolam tinja akan dilakukan pada awal tahun mendatang.

“Ya, kami menunggu adanya peleberan kolam ini,”ucapnya.

Namun, sambung dia, sambil menunggu anggaran dari Pemerintah pusat, pihaknya akan memberikan Kaporit di kolam penampungan tersebut untuk menghilangkan rasa bau.

Warga Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat (TBB) Bandar Lampung yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung mengeluhkan bau busuk dari kolam tinja di TPA tersebut.

Bahkan di saat hujan, kolam penampungan tersebut menguap, dan meluap sampai ke halaman rumah warga.

Sarpuah (50), warga setempat mengaku, sangat terganggu dengan meluapnya kolam penampungan tinja yang ada di TPA bakung.

“Kalau hujannya besar baunya luar biasa, dan airnya itu kotor warna hitam mengalir sampai ke sini. Dulu sebelum pakai PDAM, kita pakai sumur, nah itu airnya bau banget,” ujarnya saat di temui dikediamannya, Kamis (26/7).

Selain bau yang menyengat, Sarpuah juga mengaku, akibat dari air itu banyak anak-anak yang mengalami gatal-gatal.

“Airnya itu buat gatal, bahkan anak-anak sampai sampai kena penyakit kulit,”ucapnya.

Selain limbah tinja, warga mengaku kesal dengan oknum yang sengaja membuang limbah rajungan atau bangkai kepiting, hal ini membuat resah warga, dikarenakan baunya sangat menyengat.

“Biasanya mereka malem membuangnya (rajungan), jadi enggak ketahuan,” timpal Janati (35) yang juga warga sekitar.

Janati berharap, pihak kelurahan mau mengontrol langsung, dan berharap agar kolam penampungan tinja di pindahkan.

“Lurah setempat juga kemana, kami ini sudah resah dengan keberadaan kolam tersebut,”tandasnya. (jef/hkw)