Dinamis Adv Klaim Reklame Tak Berdiri di Trotoar

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Direktur CV Dinamis Advertising Hadiono , buka suara terkait dengan pemberitaan belasan reklame iklan (billboard) milik Dinamis Advertising yang melanggar aturan karena bediri di atas trotoar di wilayah Bandarlampung.

Ia menegaskan belasan baliho miliknya tidak ada yang berdiri diatas trotoar.

“Coba kalian (wartawan) cek bener-bener lah, ada enggak yang berdiri diatas trotoar, coba cek,” tegas Hadiono, Selasa (7/3).

Hadiono mengungkapkan, memang reklame miliknya ada di kawasan trotoar, namun tiangya berdiri di pinggir trotoar.

“Seperti pemberitaan, ada yang nyebutkan di jalan Sultan Agung, reklamenya berdiri diatas trotoar, itu salah. Coba cek, tiangnya berdiri di pinggir trotoar,” ucapnya.

Ia pun berjanji jika memag terbukti reklamenya bediri di atas trotoar, maka segera di tebang sendiri.

“Kalau memang ada, saya yang akan tebang sendiri reklamenya,” tandasnya.

Belasan reklame iklan (billboard) milik Dinamis Advertising yang terpasang di wilayah Bandar Lampung dinilai melanggar aturan.

Pasalnya, pendirian Bliboard tersebut tepat di atas trotoar jalan, hal tersebut
melanggar peraturan daerah (perda) kota Bandarlampung nomor 14 tahun 2008 tentang tata cara perizinan reklame.

Dalam perda pasal 18 disebutkan, penyelenggara reklame dilarang menempatkan dan memasang reklame dikawasan selektif seperti trotoar, drainase, teras/halaman pertokoan yang menunjukkan identitas merk toko sejenisnya, juga pada ruang milik jalan (rumija).

Berdasarkan pantauan, reklame iklan dijalan Sultan Agung, Way Halim berupa iklan event rokok dan beberapa reklame di Jalan Pangeran Antasari didominasi pemasangan yang tidak sesuai aturan oleh Dinamis Advertising.

Yanto, warga Way Halim mengatakan posisi papan iklan di trotoar merugikan pengguna jalan.

“Trotoarnya sudah sempit ditambah tiang iklan ini jadi saya sulit berjalan ditrotoar,” ungkap pedagang di PKOR Way Halim tersebut.

Seharusnya perusahaan periklanan seperti Dinamis Advertising memasang papan iklan sesuai ketentuan perda yang ada. Kondisi papan reklame yang rusak juga membuat pejalan kaki ketakutan jika tiba tiba ada angin kencang.

“Takutnya melukai orang ketika roboh, kalau kondisinya sudah tidak layak seperti ini,” imbuhnya.

Anggota Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung, Nu’man Abdi, menyatakan pemasangan reklame iklan yang tidak sesuai aturan harus ditertibkan.

“Kan sudah jelas diatur tidak boleh memasang reklame dikawasan selektif seperti trotoar, drainase, teras/halaman pertokoan juga pada ruang milik jalan (rumija) seperti dibibir gang misalnya,” kata Nu’man dihubungi Senin (6/3).

Politisi PDI-Perjuangan ini juga berjanji akan menggelar rapat lintas komisi bersama komisi III dan akan memanggil Badan penanaman modal dan perizinan (BPMP) dan Dinas Pemukiman dan perumahan setempat.

“Kalau tidak melanggar aturan jalankan, kalau melangagr harus ditertibkan, Nanti akan kita panggil dalam rapat lintas komisi. kalau perlu ini ditertibkan direlokasi,” pungkasnya.(jef)

News Reporter