. . .

Dikepung Banjir, Lamteng Berduka

image_print

Landa 12 Kecamatan, Empat Meninggal, Dua Belum Ditemukan

TRANSLAMPUNG.COM, GUNUNGSUGIH – Musibah yang datang setiap musim penghujan kembali melanda wilayah Lampung Tengah (Lamteng). Yakni banjir. Data yang dihimpun tim Radar Lamteng (Group Trans Lampung) sepanjang hari Senin (26/2) kemarin, ada 12 Kecamatan yang dilanda musibah air bah tersebut.

Tidak hanya merendam ratusan rumah warga, banjir juga menyebabkan empat orang meninggal dunia dan dua orang lainnya belum ditemukan akibat terseret arus banjir. Selain itu, banjir juga merendam ratusan hektare lahan pertanian, menghanyutkan hewan ternak warga dan memutus beberapa titik ruas jalan.

Beberapa korban yang dinyatakan meninggal, terjadi di beberapa titik. Adapun nama-nama korban tersebut yakni Supangat (65) dan Warsinem (65) keduanya warga Komeringputih, Kecamatan Gunungsugih.

Selanjutnya Talita (5) warga Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar dan Siyami (38) warga Siwobangun, Kecamatan Seputihbanyak. Tiga korban yang bernama Supangat, Warsinem fan Talita meninggal akibat terseret arus di jembatan Bendosari, Komeringputih, Kecamatan Gunungsugih.

Sedangkan korban Siyami terseret arus di Kampung Siwobinangun, Kecamatan Seputihbanyak. Lalu Dua korban yang terseret di Kampung Gorasjaya Kecamatan Bekri masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan hingga petang kemarin.

Selain merenggut nyawa, banjir dari empat sungai, Way Seputih, Way Pengubuan, Way Tipo, dan Way Tatayan itu merendam sejumlah kampung dan kelurahan di 12  Kecamatan se-Lamteng terdampak banjir. Di Kecamatan Gunungsugih (Kampung Komering Putih, Kelurahan Seputihjaya).

Di Kecamatan Seputihagung (Mujirahayu, Gayausakti, Sulusuban, Simpangagung). Kecamatan Bumiratu Nuban (Bumiratu), Way Pengubuan (Candirejo), Bekri (Gorasjaya), Bandarmataram (Terbanggimulya, Mataram Ilir), Seputihbanyak (Siwobangun), Terbanggibesar (Terbanggibesar, Poncowati), Bandarsurabaya (Kampung Cabang) dan Seputihmataram (Qurniamataram).

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamteng sementara menyebutkan 257 rumah di Gorasjaya, Kecamatan Bekri dan 50 rumah di Cabang, Kecamatan Bandarsurabaya masih terendam.

Mengingat musim penghujan tahun ini sangat ekstrime, pihak BPBD Lamteng meminta kepada seluruh masyarakat Lamteng khususnya yang tinggal di tepi sungai dan wilayah rawan banjir, agar selalu waspada karena bencana tersebut kapan saja bisa datang

“Karena curah hujan masih sangat tinggi, kemungkinan wilayah banjir masih bisa bertambah. Saat ini kita lagi mendata wilayah mana saja yang terkena dampak banjir. Untuk antisipasi banjir susulan, personil sudah kita kerahkan kelokasi titik rawan banjir meski keterbatasan anggota,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamteng, Siswanto mewakili Kepala Pelaksana BPBD Guntur Napitupulu.

Sementara, Kadiskominfo Lamteng Sarjito mengatakan Pemkab Lamteng sudah mengunjungi warga yang meninggal akibat terjebak banjir dan juga sedang mendata dampak kebanjiran. (tim/tnn)