Dikenal Pemimpin Sukses, Ini Kisah Wali Kota Batu yang Ditangkap KPK

0
321
views
Wali Kota Batu Eddy Rumpoko (berjaket hitam berkacamata) saat akan akan dibawa ke Bandara Juanda, Sidoarjo Jatim, (Sabtu/16/9) malam. (Jawa Pos)

TRANSLAMPUNG.COM – Wali Kota Batu ER (Eddy Rumpoko) yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK diterbangkan ke Jakarta, Sabtu (16/9/2017) malam.

Politikus PDIP tersebut ditangkap di kediamannya Sabtu siang.

“Saya mandi di rumah tahu-tahu digedor pintu kamar mandi. Uangnya saya nggak tahu apa-apa,” beber ER saat hendak berjalan ke bus di Mapolda Jatim.

Selama ini, ER dikenal sebagai pemimpin daerah yang sukses mengangkat perekonomian Kota Batu.

Dia mampu menyulap kota tersebut menjadi rujukan wisatawan.

Dengan konsep wisata argo, ER meningkatkan perekonomian dari dua sektor sekaligus, pertanian dan pariwisata.

Pada tahun 2014, tercatat sebanyak tiga juta wisatawan mengunjungi Batu.

Darah politik sejatinya mengalir dari dalam diri ER. Ayahnya, seorang purnawirawan TNI kala itu, almarhum Brigjen TNI (Purn) Soegiyono merupakan Wali Kota Malang periode 1973-1983.

Jejak sang ayah diikuti ER saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Batu tahun 2007. ER menang setelah berpasangan dengan Wakil Wali Kota saat itu, Budiono.

Tahun 2012, ER kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota kali ini berpasangan dengan Punjul Santoso.

Pencalonannya kala itu sempat tersandung kasus ijazah palsu. KPU Kota Batu sempat tidak meloloskan pencalonannya.

Namun pada akhirnya dugaan itu tidak terbukti, setelah Polda Jatim menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

ER pun kembali memimpin Batu. Karena sudah dua kali periode menjadi Wali Kota, dinasti politik ER coba diteruskan oleh istrinya Dewanti Rumpoko.

Dewanti mampu memenangi pilkada Kota Batu tahun ini berpasangan dengan Wakil ER saat ini Punjul Santoso.

Keduanya memenangi pilkada dengan perolehan suara 44,57 persen dari total suara sah.

Pria kelahiran Manado itu dipercaya Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua DPC Kabupaten Malang. Dia mulai memegang jabatan itu mulai tahun 2015 hingga sekarang.

Di luar politik, ER merupakan seorang pengusaha property. Dia juga aktif berorganisasi.

Dia pernah menjadi Ketua DPW Pemuda Pancasila (PP) tahun 1990-1995, DPD REI Jatim tahun 1996-2000, Ketua Pengda Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jatim tahun 2000-2005.

ER juga sosok yang aktif di bidang sepak bola. Itu menurun dari ayahnya yang menggawangi berdirinya Arema Malang bersama Acub Zaenal pada tahun 1987.

Kepeduliannya dalam sepak bola itu mengantarnya ditunjuk sebagai tim transisi PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi dua tahun silam.

Kala itu PSSI mendapat sanksi oleh FIFA. Tim Transisi tersebut bertugas untuk menjalankan fungsi yang dilakukan PSSI, memastikan keikutsertaan Timnas di event internasional, melakukan supervisi agar kompetisi tetap berjalan, dan merencanakan pembentukan pengurus baru PSSI sesuai mekanisme FIFA. (jpg)